I'm scared

57.1K 5.9K 318
                                        

.

"Ada 3 bulan lagi sampai kamu melahirkan anak kita, aku sudah mengajukan cuti."

Sunghoon mengecup kening sang istri penuh cinta, pria itu baru saja pulang kerja jadi langsung ke rumah sakit baru menjemput Jungwon ke sekolah, ini masih terlalu awal menjemput anak gembul itu.

Jake tersenyum, "Kamu mau kita jatuh miskin karena kamu tidak bekerja selama itu?!" Sunghoon tertawa pelan.

"Sayang harta kita tidak akan habis bahkan sampai Jungwon punya cicit," kata Sunghoon angkuh.

"Asal kamu tahu mertuamu lebih banyak mengambil penghasilan kita, lihat kita masih sekaya ini, bagaimana jika mereka tidak mengambilnya? Mungkin aku akan membeli kerajaan karena uang tidak ada habisnya ini." Jake berdecak sebal.

Benar yang Sunghoon katakan harta mereka memang sebanyak itu, karena hal itu Sunghoon semakin disegani.

"Sudah makan?" Jake mengangguk.

Sunghoon melepaskan jas hitam yang ia kenakan, "Ayah pulang katanya ada tamu," pantas pria tua itu tidak kembali sejak tadi.

"Gak papa lagian ayah 24 jam disini." Kepala Jake diusap lembut oleh Sunghoon.

Jake menatap lamat wajah tampan Sunghoon yang semakin hari semakin menyedihkan, kantung mata terlihat menghitam, sorot dinginnya berganti menjadi sorot kekosongan.

"Kata orang yang meninggal jadi bintang dilangit, sayang kamu mau jadi bintang yang menyinari malamku dan anak-anak kita nanti tepat di atas kepala kami? Nanti tunggu aku setelah aku sudah membesarkan kedua anak kita," Jake meneteskan air mata.

Sunghoon mengusap perut buncit sang istri, "Kita akan jadi bintang yang menyinari kedua anak kita, aku berjanji setelah anak-anak kita mulai bisa berdiri dengan kaki mereka sendiri aku akan menyusulmu dengan keadaan paling baik yang pernah kamu lihat."

Suasana semakin sendu Sunghoon menangis didekat sang istri berusaha menyatakan rasa sakit pada pasangan hidupnya itu, tangan Jake diremat erat oleh Sunghoon.

Sunghoon tidak pernah semenyedihkan ini sebelumnya, hatinya sudah Jaeyun genggam seluruhnya itulah yang membuat Sunghoon hancur karena pemilik hatinya akan pergi jauh dari mata.

"Bukan maksud menyakiti Sunghoon, tapi ini kuasa tuhan .... kita bisa apa? Jika kita memang takdir begini mau apapun tetap saja akhirnya begini, Sunghoon aku selalu menunggu nanti, dan satu lagi prediksi dokter belum tentu benarkan? Jangan berpikiran negatif dokter hanya memprediksi nyatanya semua tergantung tuhan." Sunghoon mendongak menatap wajah cantik istrinya.

"Sayang .... kamu memang paling hebat," Lihat kalian Jaeyun menariknya dari kesedihan lagi, sama seperti yang lalu.

Sunghoon mencium seluruh bagian wajah sang istri sampai Jake jengah pria ini semakin menjadi, "Ish jangan cium! Kamu belum mandi!"

Bukannya tersinggung Sunghoon malah memeluk tubuh Jake begitu erat bahkan menyumpal kepala pria cantik itu ke ketiaknya, Jake langsung berteriak kesal.

"Bau! Sana mandi!" Jake tidak bergerak sebab Sunghoon sudah mendekapnya erat.

"Kalo aku bau kenapa banyak ibu-ibu yang suka?"

Bugh!

"Jauh jauh kamu bau ibu-ibu pakai minyak angin!" Jake mendorong dada Sunghoon.

Namun Sunghoon naik ke ranjang sang istri, dan mengambil posisi dibelakang Jaeyun-nya lalu memangku pria cantik itu.

"Kenapa merah pipinya?" Kata Sunghoon menggoda sang istri.

"Diem deh!"


.

Jake menghela nafas ketika Sunghoon memaksa menyuapinya makan, mana Jungwon juga ikutan pria itu.

"Sayang ayo buka mulutnya." Tuan Shim jengah melihat kedua orang itu, lalu mengangkat Jungwon dan menggendong tubuh yang masih memakai seragam sekolah.

"Mama glenpa .... " Hidung Jungwon dicubit sang kakek.

"Grandpa mau ajak cucu lihat paman Yeonjun latihan baris berbaris mau?" Anak itu membulatkan matanya.

"SYAP!" Jake menutup telinganya ketika suara cempreng anaknya itu memekakkan telinga, kemudian melambaikan tangan pada Jungwon dan ayahnya.

Sunghoon tertawa bahagia karena saingannya sudah pergi terima kasihlah pada mertuanya itu, perdana menteri tersebut menyuapkan makanan untuk Jake.

Sesekali pipi Jake dikecup Sunghoon.

"Ayo makan yang banyak," Sunghoon begitu menjaga Jake sepenuh hati.

Tangan Jake menyentuh rahang tegas Sunghoon, ibu jarinya mengelus lembut rahang pria itu sampai sang empu menangis lagi untuk kesekian kalinya, kemudian tangan Sunghoon menangkup tangan sang istri yang ada dirahangnya.

"Kenapa hmm?" Jake menggelengkan kepalanya, "Jangan menangis lagi Sunghoon .... kalo kamu tidak berusaha kuat bagaimana aku mau kuat?"

"Aku takut kehilangan sayang, aku takut tidak bisa mengontrol diri saat kepergianmu nanti, aku takut ini karma akibat aku jahat padamu dulu," Tangan Jake dikecup Sunghoon.

Jake melihat sisi lemah Sunghoon kali ini yang hanya dapat ia lihat, bukan orang lain, pria tampan ini begitu takut.

Rambut lepek Jake dirapikan dengan tangan besar milik Sunghoon yang terlihat kokoh, selimut dirapikan, wajah Jake pun dilap menggunakan tissue basah agar terlihat lebih segar karena Jake sangat pucat.

Jake menikmati semua yang Sunghoon lakukan, pria ini merawatnya dengan baik, bahkan menggendongnya ke kamar mandi dan membantu dia buang air besar.

Sebisa mungkin Sunghoon tidak meninggalkan istrinya dalam keadaan apapun takutnya dia akan menyesal sedetik pun hal terlewat bersama sang istri.

.

Nikmatin aja dulu ceritanya jangan ovt dulu🤭





Being A Mommy [sungjake]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang