i'm broken

47.1K 5.1K 491
                                        


.

Kembalinya Sunghoon dari rumah sakit bersama tuan muda mereka menjadi pertanyaan besar dikepala pekerja mansion, dan melihat lebih dekat pelayan ikut menangis karena perdana menteri menangis bersama tuan muda.

Nyonya sudah tidak ada, tapi dimana tuan muda kecil perdana menteri apakah bayi yang dipertahankan nyonya besar juga sudah tiada? Pelayan ingin mengambil alih tuan muda mereka, namun tuan besar tidak memberikan anak kecil itu.

Mata Sunghoon memerah menatap mereka semua, "Pergi dari sini sekarang atau mati kalian semua." Kemarahan yang dihindari semua orang adalah kemarahan perdana menteri Park, dan sekarang Sunghoon sedang kacau membuat mereka ketakutan.

"N-nyonya -

"KU BILANG PERGI DARI SINI! SIALAN!" Jungwon tersentak didekapan sang ayah.

Pelayan dan pengawal lain berlari tunggang langgang menjauh karena Sunghoon mengeluarkan pistol dari jas yang dia kenakan, Jungwon berusaha menahan tangan kekar sang ayah dan menangis kencang.

"Yayah .... hikss .... jangan nda suka .... " Sunghoon membulatkan matanya.

"Sudah bisa bicara S? Ayah akan ceritakan ini pada mama- Jungwon mamamu sudah tidak ada ..... anak itu! Anak itu mengambil nyawa mamamu!" Di tengah ruangan kosong itu Sunghoon menangis bersama si sulung itu.

Tidak bisa dijabarkan rasa sakitnya kehilangan seseorang yang begitu ia cintai sudah pergi dari dunia, Jungwon berjalan dan meraih figura sang ibu di atas nakas dekat pas bunga.

Hal yang menyakitkan bagi Jungwon kehilangan mama yang baik, cantik, galak dan sangat mencintainya.

"Uwon balu saja disayang mama kenapa mama pelgi? Nda sayang uwon lagi ya? Uwon nakal? Ayah mau mama .... hikss .... " Jungwon memeluk erat figura itu.

Sunghoon berusaha menghentikan airmatanya, "Mama sayang Jungwon tapi anak itu egois ingin melihat dunia," selama ini Jake salah kalau Sunghoon 100% berubah nyatanya tidak jahat Sunghoon masih ada dalam hatinya.

Jake kira Sunghoon akan tulus pada anak bungsunya, namun yang ada pria itu enggan melihat bayi kecil tak berdosa itu karena secara tidak logis Sunghoon menyalahkan bayi itu penyebab kematian istrinya.

"Yayah adik nda salah .... " Jungwon menunggu adiknya, bukan hal mudah membenci adik bayinya yang tidak bersalah

"Bayi itu salah Jungwon, ayah tidak akan memberikan nama belakang ayah padanya anak sial itu." Tidak ada yang bisa Jungwon pahami dan anak itu hanya diam.

Sunghoon meraih tubuh kecil sang anak dan membawanya ke kamar masing-masing bukan kamar tempat mereka bersama Jake dulu, Sunghoon tidak akan kesana takut rasa sakitnya semakin bertambah.

Masuk dalam kamar Sunghoon berjalan ke balkon duduk disana merenung, "Lihat sayang bunga yang kamu tanam tumbuh sangat cantik seperti pemiliknya," Taman bunga yang istrinya taman sudah berkuncup.

Disana Sunghoon menumpahkan tangisnya lagi untuk kesekian kalinya, tangannya terus memukul tembok hingga darah muncrat dari seluruh luka ditangannya

"Sayang kembalilah .... aku tidak bisa menahan diriku sendiri, ayo sayang ... tuhan kembalikan istriku, aku mencintainya aku takut menyakiti orang lain jika tidak bisa menahannya." Sunghoon mungkin hanya perlu waktu menerima takdirnya.

.

Sunghoon pergi bekerja dengan pakaian berantakan tidak mencerminkan orang penting sama sekali, Jungwon pun memakai seragam sembarangan oleh sang ayah.

Sepanjang perjalanan menuju sekolah anak itu terus memanggil sang ibu, "Yayah mama .... hikss .... " Jungwon menutup wajahnya menggunakan tangan mungilnya.

Jungwon demam sebenarnya, namun Sunghoon memaksa anak itu sekolah.

"Ingat ayah tunggu nilaimu keluar hari ini. Kalau sampai tidak peningkatan ayah hukum." Jungwon mengangguk patuh.

Tidak ada perbincangan setelah itu Jungwon terus menangis lalu Sunghoon memikirkan seluruh perbuatannya pada si sulung, Sunghoon melakukan ini semata-mata bukan tanpa alasan mungkin dengan ini tuhan akan mengembalikan istrinya, dan mengontrol emosinya.

"Turun, jangan sampai ayah lempar dari sini." Jungwon mengangguk.

Saat masuk area sekolah guru berlari melihat Jungwon berjalan sambil terus menangis, seragam acak-acakan dan mata membengkak.

"Kenapa nak? Mama kamu gimana?" Jungwon menggelengkan kepalanya dan jatuh pingsan.

Sedangkan Sunghoon setelah memarkirkan mobilnya sembarangan pria itu berjalan tanpa ekspresi menuju kerajaan, semua pasang mata menatapnya, salah menteri menghampirinya.

"Kerjakan tugas kalian! Jangan dekati aku kecuali masalah pekerjaan," Sunghoon berjalan melalui mereka yang ingin bertanya masalah pribadi.



.

Gereget ya ... sengaja apdet malam biar kalian kesel sama aku

Being A Mommy [sungjake]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang