Pulang
Setelah satu minggu lamanya Naruto dirawat dirumah sakit akhirnya ia bisa keluar dari tempat berbau obat-obat itu. Ya, meski sebenarnya agak menyesal juga.
Mengapa Naruto harus menyesal jika ia bisa keluar dari tempat yang begitu ia tidak suka?
Tentu saja Naruto akan sangat menyesal karena didalam sana ada wanita kesayangannya. Siapa lagi jika bukan tunangannya.
Selama satu minggu itu Naruto begitu menikmati kegiatannya di tempat bernama rumah sakit itu. Bagaimana tidak menikmati ia setiap tiga jam sekali selalu didatangi oleh wanita cantiknya. Meskipun hanya obrolan-obrolan kecil bisa namun Naruto cukup senang dengan hal itu.
Ya meski sebelumnya Naruto harus mengeluarkan rayuan mautnya untuk mengembalikan mood tunangannya itu. Dan dengan sedikit sentuhan janji manisnya akhirnya tunangannya itu luluh juga.
Dan hari ini hal itu akan berakhir. Ia akan pulang dan kembali melalukan aktifitasnya sebagai seorang anggota militer.
Meskipun Naruto harus melakukan check up dua kali dalam seminggu tapi tetap saja itu sangat-sangat membuat Naruto menyesal. Tapi ya mau bagaimana lagi. Masa iya harus rela ditembak lagi demi bisa berduaan dengan tuangannya.
Oh tidak terima kasih. Itu hanya akan membuatnya repot dengan laporan-laporan di meja kerjanya.
Mengingat meja kerja, Naruto jadi ingat bagaimana kondisi meja kerjanya ya? Apakah meja kerjanya sudah penuh dengan lautan kertas atau malah meja kerjanya sudah kosong melompong berkat asistennya si letnan Nara.
Harap-harap Naruto sih yang kedua karna dengan begitu Naruto jadi sedikit kembali mempunyai waktu luang.
urusan meja kerja itu nanti saja Naruto urus. Sekarang yang harus Naruto urus adalah kondisi dompetnya yang akan segera menipis gara-gara rekan-rekan satu batalyonnya. semalam sebelum kepulangannya asistennya yakni Nara shikamaru mengirimkan sebuah pesan singkat berupa ucapan selamat. Entah apa maksudnya. Hanya satu kata itu saja yang dikirimkan oleh orang yang dicap paling malas bergerak itu. Saking malasnya bergerak mengirim pesan pun hanya satu kata dengan tujuh huruf itu.
Namun usai Naruto Menerima pesan itu tak lama kemudian bermunculan notifikasi pesan masuk yang entah berapa pengirim. Yang jelas dilihat dari nama pengirimnya sebagian besar adalah rekan-rekannya sesama militer.
Karna tidak mungkin Naruto buka satu per satu, jadi Naruto hanya membuka salah satu pesan dari sekian banyak pesan yang masuk. Dan ketika Naruto membukanya pesan bertuliskan selamat atas kepulangannya pun terpampang jelas jelas dilayar ponselnya. Dan bukan hal itu yang membuat Naruto mengelus dada. hal yang membuatnya hampir kembali masuk kedalam ruangan berbau obat-obatan itu tentu saja bukan itu. Akan tetapi dengan sisa pesannya yakni perihal acara makan untuk merayakan kepulangannya.
Sebenarnya Naruto tak masalah dengan hal itu akan tetapi yang menjadi masalahnya adalah jumlah orang yang akan datang ke acara itu. Mungkin Naruto akan sedikit merasa baik-baik saja jika hanya dengan timnya saja. Tapi ini satu batalyon. Ingat ya, Satu batalyon loh yan harus Naruto traktir makan.
Awalnya Naruto ingin protes dengan hal itu. Akan tetapi rekannya yang lain yakni sersan Inuzuka Kiba dengan santainya berkata ' lagi pula ini tidak setiap hari kan kapten?' celetuknya dengan begitu ringannya.
"ya ucapkan selamat tinggal pada perut buncit gama-chanku." ucap naruto sembari membuka dompet kesayangannya.
***
Kini Naruto sudah siap untuk kembali ke mansion Namikaze. Semua barang sudah dirapikan dengan rami ke dalam tas berukuran sedang.
Dan Hari ini secara spesial Hinata si gadis cantik calon nyonya Namikaze yang akan mengantarnya pulang. Awalnya Naruto akan pulang bersama dengan kakak tertuanya Kyuu-niisan dan juga kakak perempuannya Karin-neesan. Akan tetapi tunangannya ini menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend Is Captain
RandomNaruhina Kisah cinta rumit antara seorang kapten dari salah satu kesatuan militer angkatan darat jepang dengan seorang dokter spesialis bedah. Seperti apa kisahnya? Silahkan kunjungi saja dan baca kisahnya.
