Hanya berdua
Tak terasa memang dan kini sudah hampir satu bulan lamanya tim relawan rumah sakit bersama membantu para tentara di medan berbahaya. Dan selama sebulan itu pula mereka saling berbagi pengalaman satu sama lain.
Namun berbeda bagi pasangan Naruto dan Hinata, satu bulan lamanya mereka bersama entah mengapa rasanya cukup singkat bagi mereka.
Itu artinya waktu kebersamaan mereka pun telah habis, Hinata akan kembali ke Kota bersama rekannya yang lain.
Sebelum Naruto dan Hinata kembali berpisah Naruto pun akhirnya mengajak Hinata kehutan tempat terakhir kali mereka bersama menghabiskan waktu.
Dan kini tengah bersama Hinata, dilihatnya gadis tersebut tengah asik berfoto dengan segala gaya yang dianggapnya cantik dan manis. Sementara Naruto sendiri kini tengah sibuk merangkai sebuah mahkota.
Sudah lama Naruto menyiapkan momen ini semenjak mereka kembali bertemu, selama semalaman Naruto terus berfikir, apakah bila Naruto kembali bersama dengan gadisnya ini Naruto bisa kembali merasakan arti dari kata cinta seperti dulu.
Bukan takut kembali tersakiti akan diputuskan seperti di cafe dulu namun hal yang Naruto takutkan adalah seperti kekasihnya dulu yakni Shion yang gugur karna dirinya tak bisa melindungi gadis bermata bulan itu.
Naruto pun pernah berfikir apakah dirinya dulu mencintai Hinata karena mereka mirip, atau memang karena Naruto mencintainya layaknya mencintai seorang gadis tanpa bayang-bayang kekasihnya dulu?. Perasaan dilema tersebut masih terus berputar-putar dalam lubuk hatinya.
Namun meski begitu bila Naruto ditanya apakah Naruto mencintai Hinata tentu jawabannya adalah iya, lalu bagaimana dengan Shion yang telah lama berjuang bersamanya di tim anbu maka jawabannya tetap sama Naruto sangat mencintainya. Akan tetapi bila pertanyaannya siapakah yang paling Naruto cintai maka Naruto akan menjawab tidak tahu.
Itulah yang membuat Naruto dilema. Naruto ingin mencintai Hinata layaknya mencintai Shion namun Naruto juga takut bila Shion kecewa melihatnya telah melupakannya dan pergi bersama yang lain.
Namun semalam Naruto bermimpi bertemu dengan gadis itu, Shion datang dalam mimpinya dan mengatakan sesuatu kepadanya.
"Tak perlu merasa bersalah kepadaku atas kematianku dan jangan merasa bersalah karna kini kau sudah memiliki gadis lain yang kau cintai. Justru aku merasa senang karna kau sudah bisa melupakan kejadian pahit itu. Hiduplah dengan kebahagiaan itu karna dengan begitu aku pun akan bahagia, dan bila telah tiba saatnya kau dan gadis itu datang menyusulku aku harap kalian bisa menceritakan kisah cinta kalian. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih telah mencintaikudan telah menerimaku yang hina ini didalam hidupmu. Aku tak akan menyesal karna telah mencintaimu dulu, oleh karena itu cintailah dia layaknya kau mencintaiku dulu. Lihatlah dia seperti gadis yang kau cintai bukan melihat bayanganku pada gadis itu. Berbahagialah selalu Pangeranku aku akan selalu mencintaimu disini"
Begitulah yang dikatakan oleh Shion dalam mimpinya semalam. Hal itu membuat Naruto merasa lega, apabila Shion memintanya untuk bahagia maka akan dirinyalakukan, apabila Shion memintanya untuk mencintai Hinata sebagai wanitanya maka akan Naruto lakukan. Oleh karena itu sekarang ini Naruto telah menyiapkan hatinya untuk kembali mengungkapkan perasaannya kepada gadis bermata rembulan itu. Apabila Naruto ditolak maka Naruto tak akan menyerah ia akan terus mengungkapkan perasaannya dan terus berusaha sampai Hinata sang gadis menerimanya sebagai kekasihnya.
Setelah bersiap dengan perasaan penuh percaya diri Naruto pun berdiri sembari membawa rangkaian mahkota bunga tersebut dan mendekati Hinata yang tengah asik memfoto area sekitar.
"Hinata"
Hinata kemudian melirik kearah suara dan melihat Naruto yang tengah berdiri sembari menggengam mahkota bunga ditangan kanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend Is Captain
RandomNaruhina Kisah cinta rumit antara seorang kapten dari salah satu kesatuan militer angkatan darat jepang dengan seorang dokter spesialis bedah. Seperti apa kisahnya? Silahkan kunjungi saja dan baca kisahnya.
