Fourty Eight

721 87 6
                                        

Tanpa pesan

Entah Naruto harus senang atau ia harus sedih.

Pasalnya kemarin malam setelah ia pulang dari rumah sakit Naruto benar-benar menepati janjinya untuk pergi ke acara makan-makan bersama rekan-rekannya disebuah restoran sederhana.

Awalnya Naruto pikir mana mungkin pula satu kompi apalagi batalyon yang akan datang ke acara itu. Namun perkiraannya salah. Meskipun ada beberapa orang yang tidak datang ke tempat itu namun mereka meminta untuk mentraktirnya ketika Naruto sudah mulai kembali beraktifitas di markas nanti.

"sepertinya mereka berniat untuk membunuhku secara perlahan ya" Gumam Naruto

Tapi ya sudahlah Naruto tak begitu peduli dengan hal itu. Lagi pula tidak setiap hari Naruto harus mentraktir mereka semua bukan?

Untuk kali ini Naruto harus bisa belajar mengikhlaskannya. Ya meskipun ini terlalu keterlaluan menurutnya.

***

Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam. Dan nampaknya tak ada tanda-tanda bahwa mereka akan pulang ke rumah mereka masing-masing. mereka masih nampak asik berpesta disana.

Sang pemilik restoran merasa tidak keberatan dengan keberadaan mereka. Apalagi pemilik restoran ini adalah salah satu kenalan ketika masih masa senior high school dulu. Jadi ya Naruto sebagai pihak yang membuat acara (meski terpaksa) menjadi merasa tidak terlalu sungkan dengannya.

"Maaf chouji kami jadi merepotkan dirimu." Ucap Naruto pada kenalannya itu

"Tak masalah. Jangan merasa sungkan."

Naruto hanya tersenyum saja mendengar jawaban dari kenalannya a.k.a Akimichi Chouji.

Pesta pun terus berlangsung dengan begitu merah. Bahkan naruto yang awalnya tidak Akan menyentuh minuman beralkohol itu pun akhirnya ikut minum juga.

***
Mentari kini sudah menampakan wujudnya di angkasa dan siap untuk menyinari mahluk-mahluk yang ada di planet bernama bumi itu.

Namun sepertinya beberapa orang yang terlihat setengah sadar itu nampaknya tidak terlalu terganggu dengan kemunculan sang raja siang. Mereka masih nampak asik dengan dunia mereka masing-masing.

Dan diantara orang-orang itu terlihat seorang pemuda yang nampak begitu sangat mabuk.

Entah sudah berapa botol minuman yang sudah ia tengak. Yang jelas bukan hanya sekedar satu atau dua botol saja.

Bukan hanya dirinya saja yang nampak terlihat serupa. Namun juga dengan dua rekannya yang lain. Akan tetapi satu diantara dua orang rekannya itu nampak sudah tak kuat untuk menahan kesadarannya.

Ya, tiga orang itu adalah Naruto, Shikamaru dan Kiba. Ketiga orang itu nampak terlihat begitu mabuk. Saking mabuknya mereka bertiga yakin bahwa mereka tak akan bisa berjalan bahkan berdiri pun nampaknya agak sedikit mustahil.

Hal aneh dari ketiga orang itu adalah Shikamaru. Bagaimana tidak aneh. Tak ada satu pun yang tidak tahu dengan sikap dan kebiasaan dari Letnan muda itu. Pasalnya baru kali ini ia nampak ikut berpartisipasi dalam pesta mereka. Bisanya ia lebih memilih untuk tidur di markas ketimbang ikut ke tempat yang merepotkan seperti itu.

Berbeda dengan rekannya yang satu lagi. Siapa lagi jika bukan sersan muda Inuzuka Kiba. Ia sudah tidak aneh bila berurusan dengan hal-hal semacam ini. Malah ia paling semangat untuk berkompetisi tentang siapakah yang paling kuat berapa banyak botol yang bisa mereka minum. Meksi pada akhirnya ia akan selalu kalah duluan.

Seperti sekarang ini saja. Ia sudah nampak tengah menjelajahi alam bawah sadarnya setelah usai menenggak beberapa botol minuman beralkohol itu.

Dan kini yang bertahan tinggal sang kapten dan juga sang letnan. Mereka masih nampak sempat meminum beberapa tengak minuman yang masuk kedalam tubuh mereka.

My Boyfriend Is Captain Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang