Manja-manja ala kapten Namikaze
Efakuasi telah selesai dilakukan 3 hari setelah kejadian dan seluruh korban yang selamat maupun telah diefakuasi seluruhnya.
Kini setelah efakuasi selesai baik yang ditugaskan digedung tersebut maupun yang ditugaskan ditempat lain. Beruntung tempat terparah hanya terdapat beberapa tempat saja oleh karena itu sekarang mereka sudah bisa beristirahat.
Seperti sekarang ini. Kapten muda kita Namikaze Naruto yang tengah asik bermanja-manja kepada sang pujaan hati.
Ya, seusai keluar dari reruntuhan gedung Naruto langsung dibawa pos perawatan sebelum akhirnya dibawa ke klinik yang ada di markas untuk mengobati lukanya kembali. Meski Hinata sudah mengobatinya namun tetap saja itu hanya pertolongan pertamanya saja.
Esok harinya dirinya tak ikut dikarenakan larangan sang pujaan hati serta kedua kakak angkatnya yang terkenal galak tersebut. Dan hal itu berhasil membuat kapten muda tersebut diam.
Ya meski begitu Naruto tak merasa menyesal sudah melindungi hingga terluka seperti sekarang ini. Tentu saja itu karna artinya gadis pujaannya bisa merawatnya dan ia bisa bermanja-manja ria padanya.
Hahh... hidup memanglah penuh dengan kejutan seperti sekarang ini. Setelah merengek minta disuapi dan sedikit berekting tak bisa makan sendiri akhirnya Hinata pun pasrah dan mulai menyuapi Naruto.
Jangan tanya bagaimana ekspesi Naruto sekarang ini.
Hinata yang melihat Naruto senyum-senyum sendiri membuatnya ingin mencubit dan sedikit memukul kepala kuningnya. Namun sayang Hinata tak bisa melakukan itu karna sekarang ini Naruto adalah pasiennya. Dan mungkin lain kali saja Hinata melakukan perbuatan nista itu.
"Kau sepertinya senang sekali ya padahal lukamu itu cukup parah loh"
"Aku senang karna yang merawatku adalah kau"
Awalnya Hinata tak mengerti namun setelah kembali menelaah ucapan Naruto wajah Hinata pun memerah.
"Ja-jangan bicara sembarangan, kau ini" gerutu Hinata
Senyum Naruto semakin melebar bahkan kini gigi putih rapih tersebut pun begitu kelihatan.
"Aku tak bicara sembarangan aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Memangnya tak boleh?"
Wajah Hinata makin memerah mendengar perkataan Naruto yang kelewat jujur. Sebenarnya Naruto ini mengatakan hal sejujurnya atau hanya menggodanya saja. Tapi bila dipikir-pikir mana mungkin Naruto hanya menggodanya. Meski hubungan Hinata dan Naruto dulu tak begitu lama namun tetap saja Hinata tau bagaimana sikap dan pola pikir Naruto. Naruto itu bukanlah orang yang sangat suka menggoda seorang wanita. Naruto itu orang yang lebih suka bicara blak-blakan. Ya itulah yang Hinata tahu. Jadi bisa dikatakan ucapan Naruto sekarang ini bahwa dirinya juga sudah kembali membuka hatinya. Bila prediksi Hinata benar maka bolehkah Hinata sebentar lagi memperteguh hatinya.
"Cukup hentikan. Lebih baik sekarang kau makan dan ingat kau tidak boleh beraktifitas dulu hingga beberapa hari. kau paham itu kapten?"
"Iya-iya aku paham dokter"
Hinata pun kembali menyuapi Naruto dan disambut dengan baik oleh Naruto.
Ketika sedang asik disuapi oleh gadis pujaan seseorang masuk dan menganggu Naruto serta Hinata.
"Asik sekali kalian hingga kami kau lupakan" ucap orang tersebut kepada pasangan NaruHina ini
"Cihh pengganggu" decak kesal Naruto
Orang tersebut hanya tertawa mendengar decakkan sebal Naruto.
"Ada apa Fuu-san?" Tanya Naruto singkat padat dan jelas
"Kau tak lupa kita datang kesini untuk apa kan?" Tanya balik orang tersebut a.k.a Fuu
"Aku tak pernah lupa. Lagi pula operasi itu akan dilakukan dua hari lagi setelah penyelidikan lebih lanjut bukan. Kau ingat dia tak seperti dulu lagi" seru Naruto
"Iya iya aku tau itu" sahutnya santai
"Hn kalau begitu baguslah katakan saja pada yang lain bahwa aku akan ikut nanti" perintah Naruto
"Baiklah akan ku sampaikan pada mereka. Dan ohh satu hal lagi" ucap Fuu
Alis Naruto mengerut penasaran ada apa lagi sekarang.
"Jangan lupa traktir kami makan bila kau sudah pacaran dengan Dokter Hyuuga" goda Fuu
"Hn tunggu saja aku pasti akan meneraktir kalian semua" seru Naruto sembari tersenyum
"Kalau begitu aku keluar dulu. Bersenang-senanglah kalian berdua" pamit Fuu
Entah sudah semerah apa wajah Hinata sekarang. Ketika mendengar pernyataan rekan Naruto perasaan malu sekaligus gemas ingin sedikit memukulnya kini begitu terasa.
Sementara Naruto yang melihatnya hanya tersenyum senang dengan pernyataan rekan tim jinchurikinya.
"Wajahmu memerah tuh, sepertinya kau sangat berharap kita benar-benar kembali seperti dulu ne?" Goda Naruto
Wajah Hinata yang memerah kini kian memerah dibuatnya.
"Hentikan" ucap Hinata
"Ara, kau benar-benar mengharapkannya?" Tanya Naruto sembari terus menggoda Hinata
"Hentikan kubilang" ucap Hinata dengan nada sedikit lebih meninggi
"Hmm kenapa harus dihentikan, lagi pula kau mengharapkannya" ujar Naruto santai
"Siapa bilang?" Elak Hinata.
"Tak ada cuman ya siapa pula yang tak akan terpikat dengan pesaona tampanku ini bukan" ucap Naruto narsis
"Terserah kau saja kapten. Sekarang habiskan dulu makananmu dan istirahatlah aku masih banyak pekerjaan" ucap Hinata dengan nada memerintah
"Uhhh kau mengalihkan pembicaraan ini tidak asik" gerutu Naruto manja
"Sudahlah cepat habiskan" ucap Hinata
"Iya iya"
Hinata pun kembali menyuapi Naruto dan diterima langsung dengan senang hati.
Setelah selesai Hinata kemudian membereskan perlengkapan makannya dan kemudian pamit pergi setelah menyarakan pada Naruto untuk beristirahat.
Suasana pun menjadi sepi. Bosan dengan suasana sepi Naruto pun kemudian mengambil ponsel pintarnya diatas nakas dan kemudian membuka aplikasi game online bergenre pertempuran dan petualangan.
Namun ketika tengah asik bermain satu notifikasi pesan masuk ke ponselnya.
From Hinata
Istitahat bukan malah main game. Aku memperhatikanmu kapten.
Naruto celingukan mencari dimanakah gerangan gadis incarannya ini. Namun tak kunjung ditemukannya. Senyum Naruto pun muncul diwajahnya.
Setelah mengetik beberapa kata Naruto kemudian menyimpan ponselnya kembali diatas nakas dan kemudian membaringkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur siang.
*@*@*
Setelah menyimpan perlengkapan makan yang tadi digunakan Hinata kemudian pergi dari dapur dan kembali melihat ruang rawat di klinik darurat tersebut melalui kaca kecil dipintu ruangan tersebut.
Ketika Hinata melihat kedalam melalui kaca, Hinata melihat Naruto yang sepertinya tengah asik dengan ponselnya. Dilihat dari pergerakan tangan dan posisi ponselnya yang miring sepertinya sedang bermain game.
Hinata pun kemudian membuka aplikasi pesan dan kemudian mengetik beberapa kata setelahnya diklik ikon kirim.
Seusai mengirim pesan Hinata kemudian pergi keluar klinik. Namun sebelum mencapai pintu keluar sebuah pesan masuk pun berbunyi dari ponselnya.
From Naruto
Wah kau sepertinya seorang cenayang ya aku takut sekali. Baiklah aku turuti perintahmu tuan putri
Senyum manis pun terbentur di bibir berwarna merah alami tersebut.
Tanpa membalas pesan Hinata pun kembali menyimpan ponselnya didalam saku celananya.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend Is Captain
RandomNaruhina Kisah cinta rumit antara seorang kapten dari salah satu kesatuan militer angkatan darat jepang dengan seorang dokter spesialis bedah. Seperti apa kisahnya? Silahkan kunjungi saja dan baca kisahnya.
