Twenty Seven

3.4K 214 12
                                        

LDR ala NaruHina

Sudah tiga hari Naruto dan Hinata terpisahkan oleh jarak dan selama itu pula Naruto dan Hinata hanya saling berkomunikasi lewat email atau pun video call.

Ingin rasanya Naruto kabur saja dari markasnya ini dan pergi menemui gadisnya itu. Namun apa daya bila Naruto berani melakukan hal itu bersiap-siaplah dengan hadiah berupa penderitaan dari atasan-atasannya.

Hari ini entah sudah berapa tumpukan berkas yang sudah Naruto kerjakan bahkan entah sudah berapa lama pula Naruto mengerjakan tumpukkan-tumpukkan berkas yang entah mengapa serasa terus berkembang biak.

Entah sampai kapan penderitaan ini akan berhenti, setiap hari hanya berkas, partroli dan lain sebagainya. Bila Naruto didekatkan dengan dua pilihan dimana ia harus memilih antara perang dan dokumen maka Naruto lebih memilih untuk berperang saja dengan manusia dari pada harus berperang dengan kertas-kertas menyebalkan ini.

Dan yang paling parah ketika Naruto sedang menderita seperti ini gadisnya tak ada disampingnya. Sungguh lengkap sudah penderitaan Naruto.

Srek...srekk
Dengan mood hancur Naruto menandatangani dokumen-dokumen yang memang perlu tanda tangannya. Meski malas hingga sekelas dewa namun bukan berarti Naruto bisa mengabaikan tugasnya yang ada nanti atasannya tambah murka melihat Naruto yang bermalas-malasan.

*@*@*

Langit kota Konoha kini terlihat begitu cerah. Awan bertebaran menghiasi langit tersebut.

"Tega sekali dia sampai sekarang ini tak ada kabar" gerutu Hinata

"Siapa yang kau maksud?" Tanya Ino

"Dia tak memberiku kabar dasar kapten menyebalkan" sahut Hinata sembari meremas-remas ponselnya jengkel

Senyum licik terbentuk di wajah cantik Ino. Sebuah rencana pun langsung terkonsep diotak Ino.

"Kapten ya" ucap Ino mengulang

"Hee.." keringat dingin kini bercucutan deras dipelipis Hinata 'ahh baka harusnya aku tak usah menyebutkannya aduhh baka baka semua ini karena Naruto baka' batin Hinata

"Jadi kabar burung tentang kedekatan ketua tim dengan seorang kapten divisi ternyata benar adanya" ucap Ino

"Ka-kabar burung aku dengan kapten divisi, hahh... gosip macam apa itu, itu bohong" seru Hinata mengelak

"Bohong ya hmm kalau begitu baguslah karna aku bisa kenalan dengannya ahh dia pasti langsung terpesona oleh kecantikkanku ini" ujar Ino dengan kenarsisannya

"Mana mungkin"

"Ehh kenapa tak mungkin? Akukan cantik"

"Dia tak suka gadis berisik dan sok narsis sepertimu"

Seringai Ino pun makin melebar tak kala Hinata mulai menunjukan sisi-sisi kecemburuannya.

"Kau cemburu ya, sudahlah akui saja kau sudah jadiankan dengannya? Kau itu tak pandai berbohong Hinata"

Wajah Hinata pun berubah merah. Memang kalau Hinata sudah berhadapan dengan Ino si dokter cinta yang satu ini maka tak akan pernah bisa lepas sebelum sang tersangka berhasil mengorek dalam informasi dari si korban.

"Hahh... baiklah aku menyerah, ya kami memang sudah jadian. Puas kau sekarang Ino?"

"Kapan kalian jadian?"

"Hmm tiga hari yang lalu"

"Wahh itukah hati dimana kau dijadwalkan pulang ya? Aduh sayang sekali padahal baru jadian langsung LDRan kasihan sekali ya"

My Boyfriend Is Captain Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang