Saat berada di dalam gudang warnet yang telah diberi sofa dengan 2 sofa digabungkan sebagai tempat tidur Kahaya duduk disana dengan termenung
Karna implusif Kahaya berkata bahwa dia akan berhenti dari bekerja disana?
Mengingat apa yang Kahaya katakan beberapa jam yang lalu membuat Kahaya ingin membenturkan kepalanya ke dinding sekarang juga
Uang, bagaimana caranya dia makan jika dia tidak bekerja disana lagi?
Dia pasti sudah gila.
Berdiri tergesa gesa untuk kembali dan mengemis pada mereka lagi untuk dipekerjakan, kahaya bergegas.
Malu? Apa itu malu?
Jika dia memiliki harga diri yang terlalu tinggi maka Kahaya tidak akan hidup sampai sekarang ini.
Kahaya akan membuka pintu tetapi berhenti saat melihat Bara berdiri di seberang pintu dengan sandaran kepalanya di dinding
Melihat pintu terbuka, Bara menegakkan tubuhnya untuk mengatakan, "tidak usah kembali jika kau tidak menginginkannya Kahaya"
"Bara kenapa kau disini? Bagaimana dengan warnetnya" kahaya menunjuk kedepan.
Bara, "Aku meminta salah satu kenalanku untuk menjaganya"
Kahaya ragu-ragu, "Bara, jika aku berhenti dari pekerjaan di rumah makan jadi aku harus bagaimana lagi untuk mendapatkan uang? Darimana aku bisa?"
"Dariku, masih ada dariku. Aku akan mengambil slot perbaikan laptop lebih banyak lagi untuk mendapatkan uang tambahan. Itu tidak masalah kahaya" Bara menjelaskan dengan sangat, lalu melanjutkan saat melihat kahaya masih bimbang, "jika tidak, tunggu beberapa hari lagi, beberapa hari lagi untuk berfikir"
Berfikir lagi, kahaya menghela nafas untuk mengiyakan, "baiklah, aku memang butuh waktu, lagipula mereka belum tentu juga akan menerimaku lagi setelah aku meneriaki anak kesayangan mereka seperti itu"
Tetapi kahaya masih akan tetap datang nanti untuk meminta maaf pada bu Mustofa dan pak Suroto, mereka yang menjaga Kahaya sampai sekarang ini, dan permasalahan yang meledak antara Kahaya dan anak perempuan mereka tidak akan mengurangi rasa terimaksihnya pada mereka
Sekarang api masih menyala, dan jika Kahaya kembali sekarang itu akan menambah minyak bakar dan hanya membuat api itu malah membara
Kahaya membuat catatan tentang barang apa saja yang perlu dibawa, sekarang pukul 3 pagi, lewat 50 menit, dan juga malam minggu dimana rumah makan seharusnya sudah tutup 50 menit yang lalu
"Bara, kau memiliki nomor telepon kak sugito kan?"
Bara mengangguk, "ya aku memilikinya"
"Minta tolong pada kak sugito untuk membukakan pintu untuk kita 30 menit lagi"
Diwaktu itu semua orang sudah tidur karena kelelahan
Ini 5 hari setelah gajian Kahaya bulan lalu, berjalan keluar ditemani Bara didepan, Kahaya menunggu Bara saat Bara mulai berkata kata pada orang yang dikatakan Bara adalah kenalannya itu, sebelum Kahaya dan Bara menaiki sepeda dan pergi ke arah rumah makan
"Kau tidak salah Kahaya. Kau benar melakukan itu" Sugito yang telah menunggu sambil merokok diluar mengatakan kalimatnya saat dia mengangkat jempolnya kearah Kahaya, "teriakanmu sangat kencang daripada Ratna, sampai-sampai kami bertepuk tangan mendengarkan dilantai bawah"
Tersenyum karena malu, Kahaya menyenggol kak Sugito untuk menghentikan omong kosongnya
Kak Sugito sangat berwibawa, itu membuat semua karyawan sangat segan padanya, kak Sugito akan membela yang benar saat ada perkelahian di rumah makan yang terjadi, lalu menengahi mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me, and I die (complete)
Romance"Ibu kahaya sebagai pasangan yang dari kecil telah bersama, Apa kebiasaan bapak Bara yang membuat anda takut?" Kahaya merenung, dan memikirkan, lalu membuka mulutnya. " ini. Cara dia menatapku. Tatapannya terkadang membuatku sedikit takut. Sebenarny...
