Bab 3 : sepasang saudara

9.4K 1.1K 16
                                        

Dengan memegang tangan satu sama lain, Kahaya melewati perkumpulan orang orang yang sering kali menghalangi jalan.

Dia sering datang ke pasar ini, untuk ikut membeli barang-barang pokok.

Terkadang, dia juga mengikuti berbelanja untuk keperluan warung.

Bawang putih, bawang merah, cabai burung, dan bahan-bahan lainnya, di beli disini, sehingga dia tidak asing lagi.

Dia bahkan bisa mengingat lokasi kios-kios dengan bermacam-macam barang jualan mereka. Pasar ini sendiri, buka jam 5 pagi – 12 siang

Melihat-lihat kios, kahaya melewati barang demi barang yang mereka jual.

Saat dia melihat deretan baju seragam di gantungan luar kios yang dipajang, kahaya menarik telapak tangan yang ada di genggamnya, mengarah ke arah kios itu.

Melihat wanita yang menjaga toko, Kahaya memperhatikan baju seragam yang tergantung di sana. Kahaya menarik tangannya, ingin melepaskan genggaman tangan dari anak itu, tetapi Bara malah mengeratkannya.

Kahaya menoleh, Bara juga balas menatapnya, Kahaya disambut dengan ekspresi wajah yang tidak tahu apa yang salah itu, dan terdiam.

Lupakan saja, biarkan saja dia melakukan apapun.

Menghela nafas. Kahaya hanya bisa membiarkan anak itu melakukan apa yang dia mau, dan mengarahkan tatapannya kembali ke arah seragam.

''Kak, berapa satu set ini?'' Kahaya menunjuk pada seragam sekolah dasar laki-laki yang ada di gantungan.

Wanita penjaga toko yang terlihat cukup muda, melihat keduanya.

melihat bahwa mereka hanya anak-anak kecil.

Dia mempertimbangkan harganya. "itu, 110 ribu''

Melihat jeda berfikir wanita penjaga toko yang cukup panjang, Kahaya telah memperkirakan.

''Oh, kemarin ibu saya datang melihat-lihat seragam disini, tetapi dia menyebutkan harganya hanya 90 ribu. Apakah ibuku yang salah bicara? Ataukah bukan toko ini yang dia maksud?''

Dia bersiap-siap ingin pergi, tetapi permainan tarik ulurnya berhasil.

"Hei, hei. Baiklah, 100 ribu, tidak bisa kurang lagi"

Kahaya tetap tidak berbalik

"95, 95!"

"Oke,oke, 90 kalau begitu!"

Ini dia.

Kahaya berbalik dan berkata. "oh, sepertinya memang toko ini yang ibuku maksud"

Penjaga wanita itu mengangkat alis, dia memiliki tempramen yang mudah marah, ditarik ulur oleh gadis kecil yang membuat dia menyerah, dia jengkel.

Kahaya, menunjuk salah satu seragam anak laki-laki yang terpajang, dan penjaga toko wanita itu mengambilkannya. Tanpa perduli, kahaya membandingkannya di tubuh Bara, dan merasa itu pas. Dia telah melihat ukuran seragam bara dilehernya dijalan, tetapi dia masih tetap mengukurnya lagi.

''Oke, 90 ribu, saya akan ambil satu set seragam laki-laki ini''

Menekankan harga, Kahaya memberikan uang 100 ribu padanya, penjaga toko masih memasang wajah tidak enak dipandang, tetapi kahaya membalas itu hanya dengan senyum, dan berkata."Terimakasih kakak"

Setelah mendapatkan satu set pakaian sekolah dasar untuk Bara, Kahaya berpergian ke kios kios lain.

Memang cukup aneh dan membuang-buang uang jika dia membeli seragam ini saat Bara sudah lulus.

Leave me, and I die (complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang