Ada suara ambulance, suara itu berdengung sangat keras dengan musik yang lembut menurut Bara, semua orang yang mendengar nada ini pasti langsung merasa kasihan dan takut pada orang yang ada didalam mobil tetapi Bara hanya melihat tanpa ekspresi pada orang yang dibawa keluar dari dalam rumah dengan dibaringkan diatas tandu.
Kain putih menutupi semua tubuhnya, ada darah yang menetas ke lantai disetiap pergerakan tandu itu, orang-orang berkerumunan diluar rumah untuk melihat.
gambaran ini terlihat begitu ramai.
Gadis disampingnya sangat panik, seperti lelaki kurus berumur 58 tahun itu bukanlah ayah kandung Bara, tetapi miliknya sendiri.
Pukul 10 pagi, saat Bara sedang berada dikelas, guru memanggilnya ke kantor.
Dan inilah yang terjadi.
Mungkin lelaki tua ini tidak tau bagaimana merawat hidup sejak lama, dia terlihat hanya ada tulang saja, tanpa daging yang ada dikulitnya, Bara meninggalkan rumah sejak kelas 2 smp dan hanya tinggal di gudang warnet tempat dia bekerja.
Sudah 2 tahun lebih Bara tidak mengunjungi rumah ini lagi sejak saat itu, Bara bahkan tidak terpikir untuk pulang kesini, karena memang tidak ada yang bisa dilakukan disini, Bara tidak tau bagaimana pria tua yang dulunya memiliki perut buncit dan terlihat sangat berisi, mengeluarkan kalimat kalimat kotor setiap harinya, memukul tanpa pandang bulu, bisa berubah menjadi seperti ini.
Ditemukan pagi ini, Faktor kematian diduga terpeleset botol minuman, dan kepala membentur dinding.
Dengan posisi paku ada di dinding itu.
Entah bagaimana paku itu bisa berada disana, Bara bahkan tidak bertanya tanya, atau bahkan perduli.
Dia hanya berfikir bahwa kematian yang sangat bodoh ini, begitu cocok pada lelaki tua yang tidak berguna itu.
Bara melihat kesekitar kerumunan, tidak melihat sosok ibunya, Bara beransumsi bahwa sepertinya wanita itu juga telah sadar dan telah meninggalkan lelaki tidak berguna ini beberapa lama setelah dia meninggalkan rumah.
Melihat pada wajah panik kahaya Bara menarik tangan gadis itu untuk berjalan menjauh dari tempat kejadian
Kahaya, "Bara kita tidak ikut?"
Melihat mata bulat yang bertanya tanya, Bara hanya tidak bisa memikirkan bagaimana mata jernih dan indah itu bisa ada didunia yang sangat suram ini.
Dunia yang begitu kotor.
Bagaimana tuhan bisa tega membiarkannya ada di dunia ini.
"Tidak, itu bukan urusan kita" Bara berkata.
Menarik tangan Bara untuk membujuk, kahaya tidak bisa diam saja, "tidak bisa bara, bagaimanpun itu adalah ayahmu, setidaknya kita harus melihat--"
Sebelum kata katanya selesai, kahaya dibuat terdiam oleh tatapan mata bara yang sangat dalam, kahaya dibuat menjadi lebih bertanya tanya lagi dengan sikap heningnya.
Setelah sekian lama, kahaya mendengar Bara berkata, " kahaya berjanjilah padaku tentang satu hal"
Kahaya akan menjawab, tetapi Bara mengitrupsinya lagi.
"Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan mati terlebih dahulu. Sebelum aku mati."
Gengaman tangan bara mengerat di pundaknya, bara berkata lagi, " kau tidak boleh mati terlebih dahulu kahaya."
Sampai sekarang kahaya masih mengingat tentang percakapan mereka beberapa hari yang lalu, dan pada akhirnya dia dan bara masih menghadiri acara pemakaman ayah bara yang diadakan oleh rumah sakit, upacara sederhana karena tidak ada keluarga yang mau bertanggung jawab atas dana pengeluaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me, and I die (complete)
Romance"Ibu kahaya sebagai pasangan yang dari kecil telah bersama, Apa kebiasaan bapak Bara yang membuat anda takut?" Kahaya merenung, dan memikirkan, lalu membuka mulutnya. " ini. Cara dia menatapku. Tatapannya terkadang membuatku sedikit takut. Sebenarny...
