Setelah keluar dari angkutan umum, dengan perut yang pasti telah kenyang, Kahaya membawa Bara ke seberang jalan, bertujuan ke Market yang ada di depan.
Kahaya membeli roti, dan juga mineral untuk Bara bawa pulang, dengan begitu Kahaya tidak akan khawatir Bara mungkin kelaparan nanti.
Melihat jam di pergelangan tangannya dia mengatakan. "Bara, makan ini saat lapar nanti. Jangan lupa untuk bertemu di taman malam ini"
Kahaya mengingatkan, meskipun dia yakin Bara tidak akan melupakanya, sebanyak waktu pertemuan mereka, Bara akan datang lebih awal, dan menunggunya, sehingga jika ada janji
pertemuan apapun dengannya, Kahaya tidak berani mengulur-ngulur waktu. Takut bahwa Bara akan terlalu lama menunggu sendirian.
Bara tidak ingin melepaskan tangan ini, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Waktu bersama gadis ini sepertinya sangat cepat berjalan..
Seperti sekejap, itu akan menghilang, dan hidupnya akan kembali gelap. Tidak ada warna..
Sama sekali.
Dia hanya bisa terus menunggu waktu berputar yang dirasanya berabad-abad untuk kembali bertemu gadis ini lagi.
Kahaya melihat keengganannya, tetapi juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Dia harus mengisi tenaganya untuk tidur sebentar.
Ini masih pukul 1 siang, Kahaya hanya memiliki 2 jam untuk tidur.
Bara ditengah berjalannya akan selalu melihat kebelakang, entah untuk berapa kali.
Dengan cara itu, Kahaya harus masuk, dan membuat dirinya kejam untuk setiap kali ini dilakukan, jika tidak Bara akan terus berjalan perlahan, dan terus menoleh kebelakang.
Kahaya membuka pintu kamarnya, langsung ambruk di tengah kasur yang agak lembut. 2 jam.. 2 jam, aku akan tidur selama 2 jam.
Saat Kahaya bangun, itu tepat 2 jam yang dia ukirkan dalam pikirannya. Dia mulai mengambil handuk, menguncir kuda rambutnya seperti biasa, lalu masuk kekamar mandi.
Anak perempuan Bu Mustofa masih ada didalam kamar, sangat jarang dia keluar. Sedangkan Bu mustofa dan suaminya sendiri sangat berbanding terbalik.
Bu Mustofa sangat gemar mengikuti pertemuan arisan, sedangkan suaminya gemar bermain billiar, sehingga akan setiap harinya Kahaya seperti hidup sendirian diruko besar ini.
Akan tetapi, Bu Mustofa dan Pak Suroto, suami Bu Mustofa, akan selalu pulang tepat waktu saat pukul 5 sore, saat warung telah siap-siap dibuka.
Keluar dari kamar mandi, Kahaya masuk kembali ke kamarnya dan berpakaian. Saat dia membuka lemari, Kahaya melihat jam tangan yang dibelikannya untuk Bara.
Mengingat semua hal yang diperlukan untuk komunikasi, dan wilayah SMP 26 yang pasti banyak orang berada, sangat berkecukupan disana, Kahaya menimbang keperluan handphone dimasa depan yang pasti sangat dipelukan, dan penting.
Dia tidak bisa terus mengandalkan teman-temannya seperti di sekolah dasar untuk mengetahui pengumuman dari grub kelasnya. Ditambah lagi dengan Bara, yang secara alami Kahaya tidak bisa memprediksi, apakah mereka akan sekelas atau tidak.
Dia memerlukan 2 handphone.
Uang Bara 5. 500.000, dikurangi untuk uang pendaftaran 2.500.000 dan uang baju sebanyak 2.000.000, total semua 4.500.000, berati sisa uang Bara yang ada padanya masih 1.000.000.
Uangnya sendiri adalah 17.000.000, tetapi dikurangi pendaftaran dan uang baju sebanyak 4.500.000, sisa uangnya adalah 12.500.000.
12.500.000 ditambah uang Bara 1.000.000, berarti dia mempunyai simpanan uang sebanyak 13.500.000.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave me, and I die (complete)
Romance"Ibu kahaya sebagai pasangan yang dari kecil telah bersama, Apa kebiasaan bapak Bara yang membuat anda takut?" Kahaya merenung, dan memikirkan, lalu membuka mulutnya. " ini. Cara dia menatapku. Tatapannya terkadang membuatku sedikit takut. Sebenarny...
