MARADDICTS adalah nama dari geng motor yang paling terkenal karna keberanian dan kegarangannya, bahkan beberapa musuh seringkali ia takhlukan.
Jangan tanyakan berapa orang yang tergabung disana, Karna ratusan pasukan sudah terbentuk dan dikepala...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flashback on.
Seorang cowok dengan baju pasien yang ia kenakan terlihat beberapa kali menghembuskan nafas dirooftop rumah sakit, mata cowok itu menyipit kala melihat gadis cantik yang beberapa kali ia temui tengah merenung ditaman belakang dengan wajah yang murung.
Entah apa yang ia pikir kala itu, dihari berikutnya dirinya memberanikan diri mendekati gadis bernama Auristela.
Dia adalah Lintang seorang cowok yang dulu diam diam meninggalkan susu kotak strawberry dengan id line yang ia tulis disana.
"SIAPA LO?"Teriak Auris kala melihat seseorang yang langsung menghilang dari balik dinding putih rumah sakit, Auris terdiam melihat susu kotak yang cowok itu tinggalkan, dan dahinya mengernyit kala mendapatkan id line yang tertulis disana.
Lintang selalu ada untuk Auris sampai gadis itu menemukan sosok Areksa dan kala itu juga Lintang pergi meninggalkannya.
Flash back off.
"Kenapa lo gak pernah bilang kak"Ujar Auris membuat sudut bibir Marvel tersungging.
"Karna saat itu gue rasa Areksa lebih tepat buat lo"Auris menitihkan air matanya saat Areksa memberikan surat permohonan yang dulu pernah ia tuliskan dan saat cowok itu memberi tahu bahwa Lintang yang selama ini ia cari dan nanti tak lain adalah seorang Marvel Adicakra kakak tiri Areksa.
"Apa kabar Ana?"Tangisan Auris benar benar pecah saat mendengar panggilan itu, Marvel mendekat dan memeluk Auris.
"Makasih karna lo pernah cinta sama gue Na"Bisik Marvel sembari mengelus pucuk rambut Auris.
"Dan makasih udah kasih cinta terbaik buat Areksa, Maaf gue buat kondisi Areksa semakin parah"Kalimat itu membuat Auris melepaskan pelukannya, Marvel menghembuskan nafas dan mengelus pucuk rambut Auris singkat.
"Areksa donorin hatinya ke gue"Mata Auris membola.
"Maksut kakak?" "Gue mengidap kakengker hati, dan pertama kali gue lihat lo itu sebenarnya gue sedang melakukan pengobatan, Lintang sering menghilang dan dateng itu karna gue sakit dan gue mundur buat dapetin lo itu karna gue tau, gue gak bisa ada buat lo selamanya, sebelum akhirnya Areksa donorin hatinya ke gue"Auris melangkah mundur mendengar kalimat itu, kemungkinan Areksa untuk hidup lebih lama saja itu sulit, dan ini? Areksa mendonorkan hatinya?.
"Kenapa lo terima?"Marvel hendak mendekat namun Auris kembali melangkah mundur.
"Lo tau kan Areksa lagi sakit? Kenapa lo diem dan terima saat dia ngelakuin itu kak?" "Gue udah nolak tap.." "Kak Nathan pergi, dan lo juga pergi terus kenapa sekarang Areksa juga harus pergi?" "Ris.."Auris menggeleng kuat dan segera berlari keluar dari taman tempat ia dan Marvel bertemu, jantung Auris berpacu cepat kala mengetahui kebenaran itu, harusnya ia bahagia karna menemukan Lintang tapi kehilangan Areksa itu tak pernah mau ia bayangkan.