⚠️WARNING⚠️
Dilarang memplagiat ya gan
Cerita ini berkisah tentang seputar kehidupan sehari-hari Dimas dan Ega serta kawan-kawan yang baru memasuki dunia SMA. Perjuangan Ega yang menderita cinta bertepuk sebelah tangan dan Dimas yang menghadapi pen...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SOMEDAY
24
(Extra part 2)
MENJENGUK
"Dimas, katanya Ega sakit ya? Sakit apa sih, parah nggak?" tanya para cewek di kelas sembari merubungi Dimas.
"Kecelakaan," kata Dimas acuh tak acuh lalu membalik halaman komiknya.
"HAH! kecelakaan!? Parah dong!"
"Bengkak," ujarnya malas.
"Apanya yang bengkak!? Bukan kepalanya kan? Gue takut kalo dia jadi tambah oon gara-gara tumor," jerit Arda histeris sembari merangkul bahu Dimas.
Dimas menggebrak meja dan berkata, "berisik banget lo pada! Kalian tanya sendiri sono, dikira gue emaknya apa!"
"Cih, galak bener, pms lo?" gerutu Arda.
"Lo lupa? Dia emang gitu, udah jangan gangguin dia lagi, ntar kodamnya ngamuk, bahaya," ucap Ilham sembari berbisik.
Mereka pun bubar dan kembali ke tempat duduk masing-masing. Disela-sela pelajaran yang membosankan, ponsel Dimas bergetar tanda notifikasi masuk. Ia hanya menatap sekilas dan mengabaikannya.
Ega mengusap dadanya membaca balasan singkat dari sahabatnya itu. Ia melempar ponselnya ke sofa dan menyenderkan kepalanya. Lalu tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakkan Dimas bersama Chiko, Asep dan Bagas.
"Woy, masih idup lo?" tanya pria berambut putih sebagian bernama Bagas sembari tertawa.
"Lu pada ngapain di mari?" tanya Ega sembari beradu kepalan tanda persahabatan.
"Mau ngelayat lo lah, malah masih idup," kelakar Asep si pria berambut putih.
"Belum pada balik?" Dimas bertanya sambil menuruni tangga dengan pakaian rumahan, kaos oblong tanpa lengan dan celana boxer.
"Kita pada mau nginep, udah lama juga kan nggak ngumpul kek gini," kata Asep sembari melepas jaket sukajannya.
"Tidur di kamar mandi, mau?"
"Nggak ah, bau tai."
Dimas mendudukkan bokongnya di sebelah Ega lalu mengganti chanel tv dan berhenti pada acara anime mingguannya, sembari mengambil toples isi biskuit bumil dan memakannya.
Bagas menatap ngeri pada Dimas yang terlihat sangat menikmati biskuit itu. Dia berbisik ke telinga Ega, "katanya tuh biskuit bisa bikin hamil, kok dia makan lahap bener?"
"Lu kan tau, Dimas tuh wibu, ras terkuat dimuka bumi," ujar Ega sembari berbisik.
"Oiya bener," ucap Bagas manggut-manggut.
"Goblog lo pada, makannya punya otak jangan di cemilin, mikir kids," ucap Asep sembari menunjuk kepalanya, lalu ia mencomot satu biskuit itu dan memakannya.
"Lo pada nggak laper?" tanya Chiko.
Asep mengusap perutnya lalu berkata, "gara-gara lo bilang, gue jadi laper njir."
"Gua nggak punya makanan, pesen ayam aja gimana?" tawar Ega memberi ide.
Semuanya setuju dan Ega langsung menelepon penjual ayam goreng langganannya. Saat pesanannya sampai, mereka mulai memakannya beramai-ramai.
¤¤¤
"Udah jam sepuluh aja nih, gue mesti balik duluan bro," kata Chiko sembari melihat arlojinya.
"Gue juga ah, mau sleep call sama ayang," ucap Bagas sembari mesem-mesem.
"Kaya punya aja," kata Ega dengan nada mengejek.
"Asal lo tau ya dek, gue emang nggak punya sih," ucapnya sembari tersenyum miris.
Ega dan Asep menepuk bahu Bagas menyalurkan semangat kejombloannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.