AYZA 7 : Ikhlas Merindu

227 11 0
                                        

📌Virgoun - Saat Kau Telah Mengerti

Happy Reading

Merindu jiwa yang jauh dipelupuk mata, anak kecil yang sering dipeluk dan diciumnya sudah dewasa akhirnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Merindu jiwa yang jauh dipelupuk mata, anak kecil yang sering dipeluk dan diciumnya sudah dewasa akhirnya.

Teuku Umar Al-Anshori

***

Sehabis sholat Isya dan disusul baca Al-Qur'an, Ahya yang masih menggunakan mukena seketika berdiri saat mendengar deringan telepon.

"Assalamualaikum umma," salam Ahya dengan antusias.

"Waalaikum salam warahmatullahi wa barokatuh, gimana disana? Nyaman tidak kontrakannya?"

"Alhamdulillah Umma kontrakannya nyaman dan bersih, ini sepertinya bukan kontrakan deh Umma, habisnya masa kontrakan berasa kaya rumah. Ada kamar dua, dapur ditambah peralatannya udah lengkap, kang Diman nyarinya bisaan ya Umma." Kekeh Ahya.

"Ya Alhamdulillah kalo begitu, tapi Aya bakalan betah gak disana, kalo gak biar Umma cari lagi."

"Betah Umma insyaallah." Senyum Ahya, namun sang ibu tidak tahu kalo anaknya tersenyum sangat manis.

"Alhamdulillah, eh iya anak Umma lagi ngapain hari ini?" Tanya Nisya lembut.

"Aku lagi telepon sama Umma."

"Bisa aja anak Umma ini," kekeh Nisya sembari geleng-geleng kepala. "Bukan begitu sayang, emang kamu gak lagi ngerjain apapun gitu atau tugas kuliah?"

"Itu belum Umma, kan Aya baru masuk, baru akan dimulai acara perkenalan kaya gitu."

Dari ujung telepon sama terdengar kresak krusuk, dan ada suara sang ayah yang juga antusias ingin menelepon anaknya.

"Umma, Baba ingin telepon anak Baba juga."

"Iya Baba ini." Nisya menyodorkan handphone nya pada Umar.

"Coba video call, Baba ingin lihat anak cantik Baba disana."

Ahya yang mendengar ucapan sang ayah menjadi tersipu malu.

Telepon pun beralih ke video call, Ahya mengangkat videonya dan terpampang lah Umma dan Baba nya dengan senyum hangat mereka.

"Assalamualaikum anak Baba," sapa Umar disana sambil melambaikan tangannya.

"Waalaikum salam Baba." Balik Ahya melambaikan tangan pada Umma dan Baba nya.

"Ish Baba, ini anak Umma juga." Nisya pura-pura merajuk, Umar dan Ahya malah terkekeh.

"Sudah makan kamu nak?" Tanya Umar lembut.

"Emm... Gimana ya Baba, tadinya Aya tidak mau makan, karena tidak bisa masak, makanan yang kemarin Umma siapin juga harus diangetin dan Ahya takut nyalain kompornya." Ahya terkekeh sembari garuk-garuk pipinya yang tidak gatal.

AYZA (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang