AYZA 12 : Jangan Ceroboh

146 9 0
                                        

🎙️Kahitna - Cantik (Eclat Cover)

Happy Reading

-----

Bahagiaku sederhana, sesederhana melihat dirimu dengan tingkah apa adanya.

Lee Jae Isaac

***

Moza menghampiri seorang laki-laki yang berusaha menekan-nekan dada seorang balita untuk bisa bernafas, sedangkan disebelah kanan ibu anak itu menangis sambil menahan laju darah yang terus mengalir di keningnya.

"Ada yang bisa gue bantu?"

"To-" Isaac menoleh kearah Moza dan seketika terdiam tidak lama tersenyum."

"Boleh, tolong bawa obat merah sama perban."

Sebenarnya Moza terkejut ternyata pemuda yang dikatakan bapak tadi adalah dokter ternyata laki-laki nyebelin yang buat Moza naik pitam, tapi karena waktunya tidak tepat dia langsung berdiri dan mencari kotak p3k di dalam mobil.

Setelah mendapatkan obatnya, Moza berjalan setengah berlari dan menghampiri ibu tadi yang terus menangisi sang anak yang belum sadar juga.

"Bu obati dulu keningnya."

"Jangan saya kak, anak saya anak saya belum sadar juga. Dia tadi sempet asma tidak lama sampai saat ini tidak sadar."

"Iya Bu saya tahu, anak ibu pasti baik-baik saja ibu obati dulu keningnya takutnya infeksi." Ibu itu malah menggelengkan kepalanya dan memanggil-manggil nama anaknya yang tidak sadarkan diri. Moza berusaha membujuk ibu itu dan akhirnya setelah lama membujuk ibu itu mau diobati.

Wiw wiw wiw

Suara 3 ambulans saling bersahut-sahutan, Isaac dengan cekatan berdiri dan dibantu petugas ambulan membawa seorang kakek sekitaran berumur 60 tahun dengan tandu satu persatu orang yang terjadi kecelakaan sudah dimasukkan ke dalam ambulans.

Polisi sudah merapihkan jalan bersama para bapak-bapak ber rompi hijau. Mobil dan motor sudah melaju dengan tertib tapi Moza malah celingukan ke karena tidak melihat mobilnya, apakah sudah terlewat atau belum.

Sedangkan diposisi Ahya dia dari tadi malah diklakson oleh pengendara di belakangnya.

Pengendara motor mengetuk pintu mobil dengan kencang membuat Ahya panik, tangan Ahya langsung membuka kaca mobilnya.

"Jalan mbak, malah diam dibelakang mau jalan."

"Eh eh maaf pak, saya tidak bisa menyetir."

"Tidak bisa menyetir tapi sok soan bawa mobil, udahlah minggir minggir!" Si bapak itu malah mendorong badan mendorong-dorong badan mobil dengan tangannya sedan tangan lainnya sedang memegang stang motor untuk menahan keseimbangan.

"Woy pak ngapain dorongan mobil!" Moza turun dari mobil berwarna silver dan menghampiri mobilnya.

"Ini nih anak jaman sekarang kerjanya gaya-gayaan eh taunya gak bisa nyetir."

"Ya santai aja kali pak ini mobil saya kalau ada kerusakan atau lecet sama mobilnya bapak yang harus ganti."

"Mana ada kaya gitu, tuh pengendara lain mau maju tapi ini mobil malah diem mulu disini."

"Terserah saya dong mau parkir disini, kaya  jadi orang bener aja bapak mendorong-dorong mobil orang itu sudah termasuk merusak properti pak." Sewot Moza tidak mau kalah.

Ahya terpaksa turun, dia meringis malu semua orang jadi memperhatikan perdebatan Moza dan si bapak itu.

"Sudah Moza, ayo kita pulang."

AYZA (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang