AYZA 23 : Tanda Persahabatan

134 8 0
                                        

🎙️Betrand Peto feat Anneth - Sahabat Tak Akan Pergi

Happy Reading

-----

Kita bertemu untuk bersatu, dan sama-sama mengingatkan dalam kebaikan.

Cut Ahya Zaheera

Mengenalmu aku jadi tahu, persahabatan tidak mesti satu kubu atau satu frekuensi, karena yang aku tahu kamu membuka mindset bahwa toleransi dalam persahabatan itu menjadi poin plus.

Moza Aleta

***

Dalila yang sudah menganggap Moza seperti anaknya sendiri malah tidak rela ditinggal oleh Moza, seperti dirinya ditinggal jauh oleh anaknya.

"Yasudah terus hubungi om dan Tante jangan sampe lupa."

"Iya Tante." Moza mengangguk dan tersenyum. Dalila menarik Moza dalam pelukan.

"Doa Tante akan terus bersama langkah Moza," ucap Dalila dalam pelukan sembari mengusap punggung Moza. Moza mengangguk dalam pelukan, dia berada mempunyai seorang ibu, Moza tidak mau kehilangan kesempatan ini dia bahkan mengeratkan pelukannya.

Amara tiba-tiba datang dan masuk begitu saja ke dalam kamar, dan memisahkan pelukan Tante dan keponakan. Amara langsung memeluk pinggang Dalila sembari cemberut. "Ini mama aku." Protesnya.

"Eh anak mama, sudah pulang les nya?" Amara mengangguk tapi tidak mau melepas pelukannya kepada Dalila.

"Dengerin mama, kak Moza mau pulang masa Amara gak akan pamitan sama kak Moza, kemarin sudah baikan tapi kenapa sekarang jadi cemberut gini muka anak mama." Tutur Dalila lembut. Amara mendongkak dan tidak lama mengarahkan kembali pandangannya ke depan.

"Coba peluk kak Mozanya dan bilang jaga baik-baik disana ya." Dalila mendekatkan Amara kearah Moza.

Amara menatap sang ibu, Dalila mengangguk. Amara dengan malu memeluk Moza, Moza menerimanya penuh hangat.

"Adikku." Moza mengusap kepala Amara. Amara langsung berlari memeluk Dalila kembali setelah diusap kepalanya oleh Moza.

***

Setelah makan siang, semua keluarga mengantar Moza keluar. Moza tidak banyak bawa baju, karena saat ke Bogor sepekan yang lalu dirinya tidak tahu jika akan menginap jadi dia tidak bekal bawa baju, selama di rumah om dan tantenya Moza kadang membeli baju di pasar atau dikasih pinjam kaos atau Tunik oleh Dalila.

Issac sudah siap menjemput Moza dengan mobilnya, Moza meminta tolong untuk mengantar dirinya pulang ke kontrakan dan Issac menyanggupi.

"Beneran akan pulang, om khawatir jika kamu tinggal disana sendirian." Angga khawatir jika melepaskan Moza begitu saja kemananan Moza ditaruhkan.

"Enggak om, aku disana bareng temen Moza kita berdua di dalam kontrakan."

"Jangan lupa hubungi om kalo ada apa-apa ya." Moza mengangguk. "Gak akan minta om antar?" Moza menggeleng.

"Tidak usah om kan ada kak Jae, eh maksudnya kak Issac."

"Yaudah hati-hati di jalan ya, ini om punya sesuatu semoga kamu suka. Ini ada anting Mommy mu dulu sempat hilang, tapi om tetap mencarinya sampai pasangan anting ketemu lagi namun Mommy sudah tidak ada. Jaga baik-baik anting ini ya, ini hadiah dari almarhum nenek om dan Mommy atau nenek buyutmu." Angga menyodorkan paper bag kepada Moza dan diterima Moza.

AYZA (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang