🎙️Aisha Retno, Aziz Harun - Ketipak Ketipung Raya
Yuhuuu.... Udah lama ga update karena terlalu sibuk di rl.
Semoga kalian masih betah baca cerita AYZA.
INGAT BEBTAR LAGI TAMAT!
HAPPY READING
-----
kamu adalah putri Daddy yang sangat Daddy banggakan dan sayangi, jadilah seperti Mommy mu yang baik dan kuat.
Barend Sander
Lebih baik terluka oleh tajamnya pisau daripada dibohongi oleh orang terdekat bagaimana orang bodoh tanpa pengetahuan.
Moza Aleta
•••
Hari terus bergulir, hari ini adalah malam terakhir untuk seluruh umat Islam melakukan ibadah puasa.
Kesehatan Moza sudah semakin membaik, apalagi ayahnya benar-benar menjalani janjinya untuk menyayanginya dan memperbaiki hubungannya. Moza sangat senang, mungkin jika ibunya masih ada di dunia Moza adalah orang yang paling bahagia, mungkin.
Di rooftop rumahnya Moza dia sedang melihat bintang-bintang yang kelap-kelip di langit menyinari malam diiringi suara samar gema takbiran dari masjid yang jaraknya ±10 meter dari sini.
Barend datang sembari membawa segelas susu, "Moza minum dulu nak."
Moza menoleh, dia menghela napas, "Daddy aku tidak mau minum susu terus bosen," ucapnya merengek.
"Ini untuk kesehatanmu Moza, kamu juga sedang dalam masa pertumbuhan."
"Tapi Daddy aku gak mau, ini terlalu manis."
"Sudah Daddy ganti. Susunya murni rasa vanila tidak ada tambahan gula atau pemanis buatan."
Mau tidak mau akhirnya Moza meminum susunya. Barend menyimpan gelas di meja setelah susunya habis terminum oleh Moza.
"Kamu sudah makan dan minum obat?"
"Sudah Daddy tadi Bu Siti yang buatin dan nyuapin malah," kekeh Moza. Barend ikut terkekeh dan mengusap kepala anaknya.
"Anak Daddy dan Mommy sudah besar dan semakin cantik, pasti Mommy di sana bangga sama kamu, maafkan Daddy ya jika selama ini selalu nyakitin perasaan kamu."
Moza seketika memeluk Barend, matanya berkaca-kaca. Barend mengelus punggung anaknya penuh sayang dan mencium puncak kepalanya.
"Daddy jangan selalu minta maaf, aku sudah memaafkan Daddy. Aku senang sekali bisa sedekat ini dengan Daddy. Lupakan saja Daddy, yang penting aku punya Daddy yang sayang Moza."
Barend tersenyum, bahkan airmata menetes tanpa dia sadari, "terima kasih nak." Moza mengusap air mata Barend dan memeluknya kembali.
"Oh iya, Daddy punya sesuatu buat kamu nak," ucap Barend setelah beberapa menit mereka berpelukan menyalurkan kasih sayang anak dan ayah.
"Aku gak lagi ulang tahun Daddy kenapa harus dikasih hadiah?"
"Memangnya jika orang mau kasih hadiah atau sesuatu harus ulang tahun dulu gitu?" Moza menggeleng.
"Nah, ini adalah sesuatu hal yang akan Daddy kasih ke kamu nak, hadiah yang akan membuat anak Daddy bahagia." Moza semakin penasaran hadiah apa yang akan dikasih oleh Barend.
KAMU SEDANG MEMBACA
AYZA (Tamat)
SpiritualSPRITUAL-teenfiktion 🚫 Diambil positifnya buang negatifnya ^|^ Hidup itu antara takdir dan realistis, ketika manusia sudah tahu dia mau berjalan kemana dia akan tuju posisi itu walaupun keadaan menentang. Seperti Moza yang mulai penasaran dengan Is...
