AYZA 32 : Bertemu Islam

136 6 0
                                        

🎙️Raissa Ramadhani - Seribu Pelukan

Happy Reading

-----

Hati ini yakin untuk memelukmu, jaga aku dan jangan sampai berpaling.

Moza Aleta

***

Kata Rosulullah bahwa beliau menegaskan, فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ "maka beruntunglah orang-orang yang terasing".

Siapa orang-orang yang beruntung itu? Dari Abdurrahman bin Mas'ud Ra, Rasulullah SAW menjelaskan atas pertanyaan para sahabat : "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu ?" Beliau menjawab, "Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak. Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sungguh iman itu akan masuk ke Madinah sebagaimana masuknya cairan. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh Islam akan bersatu ke tempat antara dua masjid ini sebagaimana kembalinya ular ke lubangnya." (H.R. Ahmad).

Dari beberapa penafsiran para ahli tafsir, kata الْغُرَبَاءُ dapat disimpulkan yaitu "orang-orang yang istiqomah di jalan Allah, yang tetap berbuat baik ketika manusia telah rusak, orang teguh pendiriannya akan kebenaran, yang tidak ikut rusak di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang rusak. Merekalah manusia yang dijanjikan surga dan kebahagiaan.

Iman saja memang cukup untuk membuat orang berkiblat kepada kebaikan, dan mempunyai "iktikad baik". Tapi iman yang tidak dilengkapi dengan kecakapan seperti bagaimana melaksanakan semuanya itu, juga tidak menjamin kesuksesan untuk membuat cakap berbuat nyata.

Namun tanpa bimbingan Iman, justru Ilmu itu akan membuatnya celaka, lebih celaka dari orang lain yang tidak berilmu. Karna itu Nabi bersabda, "barang siapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah hidayahnya, maka ia tidak bertambah apa-apa kecuali semakin jauh saja dari Allah".

Maka sebaik-baiknya ilmu itu karena berdasarkan iman, dan sebaliknya iman akan teguh karena kita tahu cara melaksanakannya.

Pendengaran Moza seketika buyar, ketika adzan isya berkumandang. Setelah waktu isya masuk, kajian pun berakhir. Moza celingukan, dia baru sadar ternyata diluar dingin. Dia beranjak dari duduk dan pergi ke perpustakaan Pesantren Az-Zumar.

***

Mata Moza menerawang halaman Pesantren dari jendela Perpustakaan, dia sengaja memilih lantai dua untuk menetralisir perasaannya.

Moza menunduk, lagi-lagi dia mengambil buku tentang Islam. Buku tersebut menceritakan tentang para wanita yang dirindu surga. Moza tertarik saja, tadi sempat membaca dipertengahan buku. Di buku tersebut menceritakan seorang wanita yang bahagia karena keempat anaknya mati syahid di perang Qodisiyah, yaitu Al-Khansa binti Amru dengan dijuluki ibunda para syuhada.

Lama berdiam diri di Perpustakaan. Moza akhirnya berniat keluar dari Perpustakaan, sebelum itu dia memotret kisah yang dirinya sempat baca dan menyimpan kembali bukunya.

Setelah keluar dari Perpustakaan, Moza menghela nafas dia bersyukur Perpustakaannya belum dikunci oleh penjaga. Sampai turun kebawah penjaga itu mengunci Perpustakaan, tandanya tutup tidak ada yang bisa masuk ke dalam.

"Moza." Panggil Ahya dan menghampirinya.

"Kamu dari mana saja, aku cari keliling Pesantren, aku khawatir kamu kenapa-napa." Cemas Ahya.

AYZA (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang