Selamat membaca, Vrennn 😍💖
1 vote + komen kalian, semangatku!!!
Follow Instagram fitriyarmd_ & wp_ayaaa
Enjoy!
🌻🌻🌻🌻
-Ilusi hati yang menipu otak-
"Cowok aneh ...," panggil gadis dengan seragam digulung dan rambut dicepol jadi satu, yang berdiri mematung menatap Atlas dengan kantong plastik di tangannya.
Atlas yang berada di depan loker lantas menengok ke sumber suara. Dia juga tidak kalah kaget ketika mengetahui Starla berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Starla," kata Atlas cukup pelan. Buru-buru dia memasukkan kantong plastik yang ada di tangannya ke dalam loker dan menutup loker di depannya --- loker milik Starla, tapi sekarang loker itu sudah menjadi miliknya.
Starla berjalan mendekati Atlas. Dia menatap manik mata Atlas dalam. Tatapan keduanya bertemu, sepersekian detik tidak ada yang mau memutuskan tatapan itu. Hingga suara desisan Starla menyadarkan Atlas.
"Jangan bilang karena ini lo ngajak gue tukeran loker?" tanya Starla menyelidik.
"Nggak Starla," jawab Atlas secepat mungkin.
"Lo ngomong jujur atau gue potong tubuh lo jadi lima?" ancam Starla, Atlas langsung meneguk ludahnya susah payah.
"Gue nggak mau lo sakit karena ini---"
Starla tidak menunggu Atlas menyelesaikan kalimatnya, gadis itu menarik pergelangan tangan Atlas menuju taman belakang sekolah. Tadi suasana di sekitar loker sangat ramai, Starla tidak ingin pembicaraannya dengan Atlas didengar orang lain, makanya gadis itu mengajak Atlas ke teman belakang.
"Jelasin!" titah Starla.
"Nggak ada yang perlu dijelasin."
Mendengar balasan Atlas membuat Starla langsung mendelik. Mata tajam gadis itu langsung mengintimidasi mata cemerlang milik Atlas. "GUE BILANG JELASIN ATLAS!"
"Duduk dulu Starla." Atlas menuntun Starla untuk duduk di bangku taman. Tidak lama-lama, Starla menurut dan masih menatap Atlas dengan tatapan mengintimidasinya. Atlas yang ditatap seperti itu mengembuskan napas gusar, dengan hati-hati cowok itu mulai menjelaskan.
"Dua minggu lalu, sehari setelah kabar Om Reno kesebar ... loker kamu tiap hari penuh sampah, Starla."
"Darimana lo tahu?"
"Waktu itu aku nggak sengaja lihat anak kelas lain bawa sampah terus dia taruh di loker kamu, dia juga ngacak-ngacak loker kamu."
"Tapi tiap gue buka loker, loker gue bersih nggak ada sampah satupun."
"Em ...." Atlas hanya berdeham.
"Jangan bilang lo yang tiap pagi bersihin loker gue?"
"Iya, Starla."
Spontan tangan Starla mendorong tubuh Atlas yang duduk di sampingnya, untung saja cowok itu tidak sampai terjungkal ke belakang. "Anjing, gue pikir mereka cuma gosipin gue. Ternyata ... haha bodoh banget gue,"
"Dan lo pikir gue cewek lemah, yang bakal nangis-nangis cuma karena loker gue penuh sampah? Lo pikir gue cewek kayak gitu?"
Mendengarnya membuat Atlas menggelengkan kepalanya, lucu. Starla yang melihatnya ingin sekali rasanya menggetok kepala cowok itu, bagaimana bisa marah kalau Atlas saja selalu seperti ini sikapnya. "Enggak Starla."
KAMU SEDANG MEMBACA
ATLASTA | SELESAI
Teen FictionPart masih lengkap "Ilusi hati yang menipu otak." ••• Ini adalah kisah Atlas dan Starla. Atlas Sagar Alvieto. Ketua OSIS dengan sifat dinginnya yang selalu melindungi Starla Lavena, yang notabennya seorang bad girl. Starla suka memalak golongan kela...
