Hallow Vrennn, i'm comeback 😎🤟
Baik-baik, kan kalian?
Selamat membaca ❤️❤️
Satu vote + komen kalian, semangatku!!!
🌻🌻🌻
-Ilusi hati yang menipu otak-
"Cantik."
"Serius Las, lo kalau gini terus gue nggak jadi berangkat."
Starla lama-lama dibuat mengkal dengan Atlas yang sekarang. Bukannya apa, jika cowok itu seperti ini terus-terusan, Starla yang repot sendiri. Dia juga sama seperti perempuan lain, yang bisa baper.
Atlas justru tertawa kecil mendengar jawaban Starla. Cowok dengan kaos putih yang dibaluti kemeja kotak-kotak dengan kancing tidak dipasang semua itu mengambil jaket yang tersampir di tangan Starla. "Pakai jaket dulu Starla, nanti kamu kedinginan," ujar Atlas sembari memakaikan jaket kulit berwarna hitam milik Starla.
"Sok perhatian." Starla membiarkan Atlas memasangkan jaket ke tubuhnya.
Atlas menatap Starla jahil, membuat Starla mengerutkan dahinya dalam."Emang selama ini aku nggak perhatian ke kamu?"
"Nggak. Lo kan perhatiannya cuma ke Excel."
"Excel, kenapa?" tanya Atlas jenaka.
"Ck, nyebelin."
"Gemes." Atlas tertawa kecil, tangan kanannya terulur untuk mencubit hidung gadis di depannya.
Starla melotot tajam ketika mendapat perlakuan seperti itu. "Las, udah ah!"
"Mau makan dulu atau langsung berangkat Starla?"
"Langsung berangkat aja."
"Makan dulu ya, sayang," balas Atlas yang membuat Starla ingin sekali menebas kepala cowok yang saat ini menggenggam tangan kanannya.
Starla menepis tangan Atlas yang baru saja menggenggamnya, lalu dia mendorong tubuh cowok itu. Starla benar-benar bisa gila jika seperti ini terus. "Pergi lo, Las, pergi!"
"Salah, ya?" Atlas bertanya jahil.
"Lo gombal sekali lagi gue potong tubuh lo jadi lima beneran, mau lo?!" ancam Starla tidak main-main.
"Udah jadi pacar masih aja galak," celetuk Atlas.
"Las! Jauh-jauh lo anjir!"
"Kenapa sih, Starla?"
"Bacot!"
"Yang dulu janji nggak bakal ngomong jorok siapa?"
"Gue nggak ngomong jorok anjir."
"Kasar!"
"Biarin. Gue emang dari dulu kasar, kalo lo nggak suka pergi sana!"
"Dikit-dikit nyuruh pergi, entar aku pergi beneran kamu nangis."
"Siapa yang nangis. Aneh!" Starla memutar bola matanya malas.
Atlas hanya membalas ucapan Starla dengan senyum tipisnya. Cowok itu sudah kembali berdiri di depan Starla, menatap dalam wajah dengan ukiran yang hampir sempurna. Tangan kanannya terulur untuk merapikan jepit matahari di rambut Starla yang sedikit berantakan. "Starla, gue harap ini nyata bukan ilusi."
"Maksut lo?" tanya Starla tidak mengerti.
"Nggak jadi, udah ayo berangkat." Atlas mengajak Starla untuk segera naik ke dalam mobilnya. Malam ini mereka akan datang di malam puncak Dies Natalis dalam acara party Smapeba.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATLASTA | SELESAI
Teen FictionPart masih lengkap "Ilusi hati yang menipu otak." ••• Ini adalah kisah Atlas dan Starla. Atlas Sagar Alvieto. Ketua OSIS dengan sifat dinginnya yang selalu melindungi Starla Lavena, yang notabennya seorang bad girl. Starla suka memalak golongan kela...
