27 - DAN KALI INI, IYA

538 40 3
                                        

Hallow Vrenn, i'm comeback😎

Gimana kabar kalian, baik?

Oke, selamat membaca❤️❤️

Satu vote + komen kalian, semangatku!!!

🌻🌻🌻

-Ilusi hati yang menipu otak-

"Kamu capek Starla? Istirahat dulu ya?" tanya Atlas ketika melihat Starla berulang kali mengelap keringat yang membanjiri pelipisnya.

"Lebay banget sih lo," balas Starla dengan deru napas tidak beraturan.

Hari ini memang cuaca sangat panas, matahari tengah senang-senangnya memanggang kota Jakarta. Starla dengan pakaian olahraga dan jaket kulit berwarna hitam yang diikat di pinggang itu berusaha mengatur napasnya. Tangan kanan Atlas sudah mengisi kekosongan tangan Starla, sesekali mengelus punggung tangan gadis itu.

"Napas kamu berat banget Starla." Atlas tidak tega melihat Starla seperti ini, dia takut asma gadis itu kambuh.

Mendengarnya membuat Starla langsung membidik mata cemerlang Atlas. "Bacot, mending lo pergi sana. Panitia kan? Nggak seharusnya di sini sama gue."

"Emangnya kalo panitia nggak boleh ikut jalan?" Tangan cowok itu yang semula menggenggam tangan Starla terulur untuk merapikan anak rambut milik Starla yang sedikit berantakan, cowok itu juga mengelap keringat Starla yang masih saja menetes.

"Mending kita berhenti dulu Starla."

"Entar ketinggalan sama yang lain. Nanti kalau gue dapet hadiah undian terus gue belum di sana bisa hangus."

"Lumayan Las, kalau gue bisa dapat sepeda, biar kalo berangkat sekolah gue nggak perlu naik angkot," jelas Starla membuat Atlas bungkam.

"Mau aku gendong aja?"

"Lo pikir gue bochil---Las turunin gue woeee, apaan sih lo."

Atlas hanya diam, cowok itu tidak berniat membalas ucapan Starla. Dia tidak mau Starla kecapekan, dia juga tidak mau memaksa Starla untuk berhenti sejenak, dan Atlas membuat keputusan untuk menggendong Starla saja.

"Las, turunin nggak?! Dilihat banyak orang, lo nggak malu?"

"Ngapain malu," jawab Atlas membuat Starla berdecak mengkal.

"Setres!"

"Udah Starla nggak usah marah-marah."

"Starla, pacaran sama aku mau?" lanjut Atlas bertanya.

Starla melotot tajam, di keadaan seperti ini bisa-bisanya Atlas mengajak dirinya berpacaran. Selama beberapa hari ini ada saja tingkah Atlas yang membuat gadis itu terheran-heran, akhir-akhir ini seperti bukan Atlas. Ini bukan kali kedua Atlas mengajak pacaran Starla setelah kejadian di lapangan indoor beberapa hari yang lalu, tapi ini sudah ajakan yang entah keberapa. "Lo nggak capek gue tolak?"

"Nggak," kata Atlas mantap.

"Gimana, mau?" Atlas sedikit mendongak mencoba menatap wajah dengan ukiran hampir sempurna milik Starla.

Starla yang berada di gendongan Atlas tersenyum jahil. "Nggak ah."

"Kenapa susah banget Starla."

"Apa?"

"Buat yakinin lo, kalau gue beneran suka sama lo."

"Ngebet banget pacaran sama gue?"

"Biar kalau ditanya orang-orang jawabnya gampang."

ATLASTA | SELESAICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang