Lansonia menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan ini, ia tidak pernah mengira kalau hal ini akan kembali menimpa dirinya.
Mendengar ada suara yang mendekat, membuat Lansonia mengarahkan telinganya ke arah dari mana suara itu berasal sambil mengenali suara apa yang baru saja dia dengan.
Langkah demi langkah orang itu menimbulkan sebuah ketukan yang Lansonia kenal kalau suara yang tadi sudah membingungkannya adalah suara langkah kaki seseorang.
Sebelumnya ia sempat berpikir kalau suara itu berasal dari sesuatu hal yang aneh atau hal mistis sampai dirinya merasa cukup ketakutan akan hal ini.
Bagaimana tidak mempunyai pikiran ke arah hal yang aneh kalau dia sendiri saja sekarang tengah berada di sebuah Ruangan yang merupakan salah satu Ruangan di Basecamp The Pinthes yang mana ruangan ini adalah salah satu Ruangan tahanan untuk tawanan dari musuh The Pinthes.
Kenapa Lansonia bisa berada di Ruang tahanan?
Flashback
Jari tangan Lansonia mulai melepas alat-alat medis yang terpasang di tubuh Zenna, dengan begitu hati-hati ia melakukan semuanya.
Tatapannya terlihat seperti orang yang merasa begitu puas saat melihat ada sebuah reaksi yang timbul dari diri Zenna saat dirinya sudah melepas beberapa alat medis yang membantu Zenna untuk mempertahankan nyawanya.
“Say good bye to the world.” Senyuman Lansonia kembali terukir dengan begitu miring.
Lansonia tersenyum miring, sambil memikirkan sesuatu. Lansonia melepas selang oksigen yang terpasang. Lansonia berniat untuk mengambil nyawa Zenna secara langsung dengan tangannya, ia sekarang berniat untuk mencekek Zenna sampai akhirnya Zenna berpulang pada-Nya.
“Arhhh! Arhkkk! Akhh!” Deru napas Lansonia menjadi tidak beraturan saat lehernya sekarang sudah dicekik kencang oleh seseorang dari belakangnya, ia melihat siapa orang yang sudah mencekiknya.
“Berani kau mencekik Bundaku, lehermu putus di tanganku!” ancam Arsenka dengan nada yang benar-benar tinggi.
Suara dari alat medis yang menjadi alat untuk menunjukkan kondisi Zenna berbunyi. Dokter dan juga suster datang masuk bersama dengan Gishel, istri dari Levin.
Arsenka langsung membawa Lansonia paksa keluar dari Ruangan ini dengan leher Lansonia yang masih ia cekik kencang yang membuat Lansonia kesulitan untuk menghirup oksigen.
“Ahkrr ahh!”
Mendengar erangan dari Lansonia membuat Jarnovak terdiam dan berbalik badan, ia khawatir kenapa ia mendengar suara Lansonia yang begitu kesakitan. Dengan sigap Jarnovak langsung mengarahkan pistol ke arah Arsenka, tapi Levin juga mengarahkan pistol miliknya pada Jarnovak.
“Berani kau menembak ponakanku, kutembak terlebih dahulu kepalamu!” Levin berucap dengan penuh keseriusan. Situasi menjadi membingungkan sekarang di mana Jarnovak membidik Arsenka dengan sebuah amarah yang tinggi dan di sisi lain juga ada orang yang membidik Jarnovak dan mengancamnya, sementara Arsenka dengan santai tersenyum kemudian memaksa Lansonia untuk ikut bersama dengannya.
*****
Lansonia dibawa oleh Arsenka langsung ke Basecamp The Pinthes karena dari Rumah Sakit jaraknya lebih dekat ke Basecamp dibanding dengan ke Mansion-nya.
Kedua tangan Lansonia diikat di kursi dengan kakinya yang sama-sama diikat, emosi Arsenka begitu memuncak sekarang atas apa yang sudah Lansonia lakukan pada Mom-nya terlebih apa yang sudah Lansonia lakukan mengarah untuk membunuh Zenna.
Lansonia menatap Arsenka dengan bingung, ada beberapa luka di wajah Arsenka. Tangan Arsenka juga terluka, tapi kenapa Arsenka berhasil menggagalkan rencananya bersama dengan Jarnovak untuk mengambil nyawa Zenna sebagai sebuah bentuk balas dendam dari apa yang sudah Arsenka lakukan pada Alice—Bundanya.
“Kau kaget kenapa aku bisa menggagalkan rencana busukmu?” tanya Arsenka seolah mengerti dengan sebuah hal yang membuat Lansonia terlihat seperti orang yang kebingungan. “Rencanamu tidak cukup untuk menghancurkanku!” tegas Arsenka.
Lansonia begitu bingung dan juga tidak berhenti. Sebelumnya ia sudah memasang beberapa bom waktu di mobil dan juga titik yang akan Arsenka lewati yang akan meledak di waktu yang hampir bersamaan. Hal ini dirasa akan membuat Arsenka terluka cukup berat, tapi tidak sampai meninggal dunia.
Pada saat itu juga ada beberapa anggota Scarji yang sudah berada di titik itu untuk menyerang Arsenka dan membuat Arsenka tidak sampai ke Kantor, apalagi ke Rumah Sakit.
Sementara di Rumah Sakit, orang yaang berjaga adalah anggota La Scietto bersamaan dengan Jarnovak. Hal ini seharusnya cukup membuat Lansonia bisa mengambil nyawa Zenna, tapi semuanya berantakan.
Bom waktu yang Lansonia pasang tidak salah waktu, bahkan meledak membuat mobil yang Arsenka tunggangi oleng dan menabrak pembatas jalan.
Luka-luka yang berada di tubuh Arsenka sekarang berasal dari pecahan kaca dan juga benturan bercampur dengan luka akibat berkelahi dengan banyak anggota Scarji, karena beberapa orang yang mengikuti Arsenka saat kelaar dari Rumah sebagiannya adalah anggota Scarji, sehingga anggota The Pinthes yang sekarang bersama dengan Arsenka begitu sedikit.
Ada kelompok yang menyerang Robert yang hendak mengunjungi proyek pembangunan membuat robert teringat pada anaknya, saat Arsenka tidak menerima sambungan teleponnya, maka Robert menghubungi William dan juga Levin. Mereka mencari di mana Arsenka berada sampai akhirnya mereka berhasil menemukan Arsenka.
Gishel semula berniat untuk menjenguk Zenna, tapi merasa ada sesuatu hal yang asing terlebih dirinya tidak diperbolehkan masuk. Semuanya langsung Gishel kabarkan pada Arsenka, tapi karena sambungannya tidak diterima oleh Arsenka, Gishel menghubungi Levin.
Semua hal yang terjadi dan dirasa aneh membuat Arsenka punya pikiran kalau hal ini saling ada keterkaitannya.
Arsenka bersama dengan Levin memilih untuk datang ke Rumah Sakit, dan untuk Scarji diatasi oleh William. Untung saja waktu tepat dan rencana mendadak ini berhasil, maka nyawa Zenna berhasil Arsenka pertahankan.
Levin menyerang orang-orang yang menjaga Ruangan Zenna dibawah pimpinan Jarnovak yang memang ada di sana, sementara Arsenka berhasil masuk dengan mudah, karena Jarnovak tidak mengira kalau ada Arsenka di sini.
Cukup menegangkan dan cukup membuat Arsenka merasa begitu marah akan percobaan pembunuhan yang sudah Lansonia dan juga Jarnovak lakukan membuat Arsenka memilih untuk menahan Lansonia di sini.
Lalu siapa orang yang melangkahkan kakinya masuk?
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IS DANGEROUS : DEBILITATING
Romansa"Kenapa kau ingin Lansonia, akan kau apakan dia?" "Akan kunikahkan dia dengan anakku." "Aku tidak akan sudi kalau anakku harus menikah dengan anak dari bajingan sepertimu!" ~~~~ Arsenka memperhatikan perempuan yang sudah resmi menjadi istrinya den...
