"Kenapa kau ingin Lansonia, akan kau apakan dia?"
"Akan kunikahkan dia dengan anakku."
"Aku tidak akan sudi kalau anakku harus menikah dengan anak dari bajingan sepertimu!"
~~~~
Arsenka memperhatikan perempuan yang sudah resmi menjadi istrinya den...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tunggu," ucap seorang pria yang sekarang tengah melangkahkan kakinya untuk mengjar seorang laki-laki yang merupakan ponakannya.
Mendengar ada yang menyuruhnya menunggu, Arsenka melambatkan langkahnya dan kemudian berbalik. Arsenka menatap orang yang sekarang berada di hadapannya.
"Ada apa?" Dengan begitu tenang Arsenka berucap sambil menatap pria yang bisa saja mengabdikan dirinya untuk The Pinthes, tapi dirinya juga punya kelompok yang berada di bawah pimpinannya.
Sepasang mata cokelat menatap lurus Arsenka. "Kau melakukannya dengan begitu baik," sambung pria itu. Ia adalah Kakak dari Zenna—Levin. Ia pemimpin kelompok Mafia bernama Luciatadra, bergerak lebih ke arah bidang jasa melindungi para penjual Nafza. Namun, ia akan senang hati untuk ikut turun ke lapangan dalam setiap kasus dan berada di pihak The Pinthes.
Bibir Arsenka tertarik dan menciptakan sebuah senyuman penuh dengan kepuasan. "Jika semuanya sesuai dengan rencanaku, maka semuanya akan berjalan baik." Arsenka berucap dengan nada datar yang disertai dengan sebuah keyakinan yang mendalam kalau sema perbuatan yang berjalan sesuai dengan rencanya, maka semuanya akan berakhir dengan baik.
"Hati-hati jika rencanamu melibatkan cinta di dalamnya," pesan Levin dengan begitu santai sambil mengukirkan senyuman miring di bibirnya saat Arsenka tengah melirik ke arahnya dengan sebuah lirikan yang mendung sebuah tanda tanya tentang maksud dari Levin berbicara seperti ini.
"Sepanjang sejarah aku mengamati, cinta adalah faktor terbesar yang membuat suatu hal tidak berjalan sesuai rencana." Arsenka semakin tidak mengerti akan hal ini, ia tidak pernah menanggapi soal cinta.
"Diriku? Diriku kalah dengan Lestya dan menjadi bersamanya sebab cinta, sepupumu juga demikian, contoh terdekat dalam lingkunganmu adalah Kakakku atau Kakak iparku juga luluh dengan cinta yang tumbuh dalam diri mereka."
Mendengar penuturan ini membuat Arsenka berpikir, dalam sejarah ke belakang mereka memang bersama dengan orang yang berasal dari kelompok musuh. Saat sadar akan sesuatu hal, ia merasa tersinggung.
"Kau menyinggungku?" tanya Arsenka saat teringat kalau dirinya sudah memutuskan untuk menikah dengan anak dari musuh kelompoknya dan juga bagian dari kelompok terbesar yang bercap sebagai musuhnya.
Levin menggelengkan kepalanya disertai dengan kekehan penuh kepuasan. "Aku tidak menyinggungmu, aku hanya mengingatkanmu. Apakah kau akan masuk ke dalam sejarah percintaan dengan musuh yang melemahkan?" tanya Levin dengan penuh kepuasan. Ia begitu menggoda ponakannya.