"Jangan terlalu dekat dengan dia," peringat Arsenka dengan cukup serius pada Keylie, tapi Arsenka tidak menaikkan nada bicaranya. Arsenka masih berada dalam situasi yang sadar di mana dia ingat siapa gadis yang berada di hadapannya. Gadis lembut yang selalu ceria dan juga memiliki sifat yang lemah lembut, sifat yang membuat dirinya teringat akan seseorang, tapi sekarang hanya bisa dikenang saja.
Sampai kapan pun dirinya tidak akan bisa mengulang kenangan itu bersama dengannya, karena bagaimana pun usaha yang dia lakukan hasilnya akan tetap sama. Takdir terakhir dari Tuhan adalah penentunya, sebegitu kejamnya Arsenka, ia juga harus ingat ada Tuhan yang sudah mempunyai susunan sekenerio yang tidak akan bisa diubah oleh tangan siapa pun.
Iya, Arsenka percaya dengan ini, tapi ada satu sifat Arsenka yang tidak bisa diubah sampai sekarang. Di mana Arsenka akan membalaskan semua perbuatan yang dia rasa tidak pantas untuk dia dapatkan, baik itu melibatkan keluarga atau orang yang dia sayang, sehingga Arsenka tidak akan pikir panjang kalau dirinya harus mengambil sebuah nyawa untuk membayar apa yang sudah dia perbuat.
Alis Keylie terangkat dengan sebuah tanda tanya membuat kepalanya terasa pusing. "Tapi kenapa Kak? Kenapa aku gak boleh dekat dengan Kak Nia? Dia itu baik orangnya, kenapa Kakak ngelarang aku untuk dekat dengannya?" Cerewet. Itu salah satu sifat yang Keylie punya.
Sifat yang menjadi pelengkap kehidupan Arsenka. Kehidupan Arsenka yang selalu sepi senyap tanpa dipenuhi oleh berbagai ocehan tidak jelas terisi dengan segala ocehan tak bermutu yang keluar dari mulut comel milik Keylie. Tidak heran jika Arsenka mempunyai sebuah mimpi untuk bisa bersama dengan perempuan yang mempunyai sifat tidak jauh berbeda dengan Keylie.
Mimpinya harus Arsenka kubur, karena ada sebuah dendam yang harus dia balaskan dan cara balas dendam terbaik menurutnya adalah membuat hatinya tersiksa yang nantinya akan meninggalkan sebuah luka yang begitu membekas dalam dirinya. Arsenka tidak ingin terluka sendirian, sehingga ia ingin membuat orang itu juga merasakan betapa sakitnya berada di posisi yang sudah orang itu buat.
"Akan ada masa di mana kamu membencinya saat kamu tahu bagaimana sifat aslinya," jawab Arsenka dengan nada yang cukup tenang. Ada sebuah hal yang sampai saat ini masih Arsenka tutupi dari Keylie sebab Arsenka belum menemukan waktu yang pas untuk memberi tahu Keylie tentang masalah ini. Saat hal ini sudah Keylie ketahui, Arsenka yakin kalau Keylie akan berubah menjadi membenci Lansonia.
"Kenapa aku akan membencinya Kak?" Dengan nada yang begitu polos Keylie menanyakan hal ini. Kedua bola mata Keylie menatap paras tampan laki-laki yang selalu menjadi sosok yang dia banggakan dan juga dia kagumi, paras tamapan laki-laki itu menjadi salah satu pemandangan indah yang sampai saat ini menjadi pemandangan favoritnya menemani satu keindahan lainnya yang dia temukan di dalam diri seorang diri Deova.
*****
"Jangan memanfaatkan kepolosan seseorang untuk kepentingan pribadimu!" tekan Arsenka. Bola mata Arsenka membulat dan juga menajam, tatapannya benar-benar terlihat begitu tajam. Layaknya seekor elang yang akan menerkam mangsanya.
Arsenka merasa tidak suka dengan apa yang sudah Lansonia lakukan sebelumnya, di mana Lansonia memanfaatkan kepolosan Keylie untuk mengetahui banyak hal yang sebelumnya sama sekali tidak dia ketahui dan tidak akan diketahui sampai nanti waktu yang pas Arsenka akan membongkar semuanya, tapi hal itu sudah terjadi. Lansonia sudah tahu hal itu dari Keylie.
Lansonia menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memanfaatkan kepolosannya untuk kepentingan pribadiku!" elak Lansonia sambil menatap balik Arsenka, tapi tidak lama kemudian dia tertunduk dengan sendirinya seolah tidak tahan menatap Arsenka yang sekarang tengah dipenuhi oleh sebuah amarah yang menggebu-gebu.
"Kau bisa memanfaatkan Kakakku, karena aku tidak tahu, tapi kau tidak akan bisa memanfaatkan Adikku!" Semakin lama nada bicara Arsenka semakin penuh dengan penekanan. Sangat terlihat kalau Arsenka tidak ingin hal yang sudah menimpa Kakaknya—Zidan harus kembali dialami oleh Keylie. Tidak, dirinya tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi.
Satu-satunya hal yang berharga dalam hidup Arsenka adalah Adiknya—Keylie, sehingga Arsenka akan benar-benar menjaga Keylie, terlebih dari Lansonia. Orang yang sudah membuat dirinya kehilangan Kakaknya, lebih tepatnya kehilangan kembarannya. Deova begitu menjaga Arsenka dan tumbuh kembang mereka berbeda, tapi perbedaan itu lah yang membuat banyak kenangan serta pengalaman yang besar Arsenka dapatkan.
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya di mana seorang Zidan atau lebih lengkapnya seorang Deova Zidan Dominitricus yang aslinya adalah Sacalorskaf tumbuh dan berkembang pesat saat menjalankan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis tanpa terlibat ke dalam dunia gelap. Semua bisnisnya berjalan dengan normal dan pesat berkat pemikiran serta ide-ide brilian miliknya, Zidan benar-benar berjalan di dunia bisnis yang normal.
Berkebalikan dengan Arsenka. Ia adalah satu-satunya orang yang mewarisi sifat Ayahnya, bahkan sifat Arsenka bisa jauh lebih kejam dari pada sifat Ayahnya. Rasa ketertarikan Arsenka pada dunia bisnis juga sama seperti Zidan—besar, hanya saja Arsenka lebih berambisi untuk bisa mengusai dunia kemafiaan sehingga tak heran dirinya bisa menjadi bos muda yang ditakutii oleh banyak pemimpin kelompok mafia.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kau sudah cukup membuatku tersiksa dengan semua rencana yang sudah kau jalankan mulai dari kau membuatku berpisah dengan orang yang aku sayang, meninggalkan kelompok yang begitu aku cintai, kehilangan orang yang begitu besar perannya dalam hidup aku sampai menyiksa batinku dengan terus mengingatkan aku dengan sosok Zidan. Sekarang apa yang kau inginkan?"
Benar-benar sudah begitu lelah dengan semua secenario yang sudah Arsenka susun, Lansonia sekarang hanya ingin tahu apa yang akan dia alami selanjutnya setelah semua hal yang dia rasa cukup berat dan juga cukup menyiksa dirinya. Apakah masih ada sebuah hal lainnya yang akan dia alami?
"Kau mengatakan kalau alasan yang membuat kau kehilangan dia, karena diriku? Lalu kenapa sekarang kau tidak membunuh diriku? Bunuh saja aku kalau itu membuat kamu puas!" Lansonia sudah hilang kesadarannya, amarah serta tekanan batin yang bercampur dengan bayangan masa lalu yang seolah terus-terusan membuat dirinya merasa bersalah semakin membuat dirinya seolah dibuat gila oleh keadaan.
"Arkh!" Lansonia menjerit kencang, tapi dengan suara yang tertahan saat lehernya sudah dicengkeram kuat oleh Arsenka. "Kalau ini akan membuat dirimu merasa tenang dan juga puas, maka lakukankah." Lansonia sudah benar-benar pasrah dengan semua ini, rasanya akan jauh lebih baik kalau dirinya mati dibandingkan harus menjalani kehidupan yang seperti ini.
Arsenka semakin mencengkeram erat leher Lansonia yang membuat Lansonia semakin kesulitan bernapas dan juga menimbulkan sebuah rasa sakit yang benar-benar sakit sedang dia rasakan sekarang. "Kau ingin aku membunuhmu bukan?!" tanya Arsenka dengan nada yang begitu tinggi.
Apakah Arsenka memang akan membunuh Lansonia?
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IS DANGEROUS : DEBILITATING
Cinta"Kenapa kau ingin Lansonia, akan kau apakan dia?" "Akan kunikahkan dia dengan anakku." "Aku tidak akan sudi kalau anakku harus menikah dengan anak dari bajingan sepertimu!" ~~~~ Arsenka memperhatikan perempuan yang sudah resmi menjadi istrinya den...
