Extra Chapter III

2.8K 32 27
                                        

"Dok, bagaimana keadaan bayi saya?" tanya Arsenka langsung. Begitu terlihat kalau Arsenka menyayangi bayi dalam kandungan Lansonia, sampai sedari tadi dia mengatakan kalau yang ada dalam kandungan Lansonia adalah bayinya.

Senyuman Dokter itu tercetak jelas. "Luar biasa. Bayinya sungguh kuat, pendarahannya begitu hebat sepertinya timbul akibat sebuah benturan keras mengenai perut Ibunya, tapi tidak ada sesuatu hal yang terjadi pada bayi tersebut. Dia sehat," jelas Dokter tersebut.

Rasa lega serta bahagia bercampur menjadi satu dalam diri Arsenka dan Lansonia begitu menikmatinya, dia bahagia melihat Suaminya bahagia seperti sekarang, dia juga ikut tersenyum.

"Usia kandungannya sudah sudah 18 menuju 19 minggu atau sekitar 5 bulan, jenis kelamin bayinya adalah laki-laki. Ini hasil USG-nya," ucap Dokter tersebut sambil memberikan hasil USG tersebut kepada Arsenka.

Melihat gambaran bayi yang ada dalam kandungan Lansonia, membuat Arsenka tersenyum dengan begitu lebar. Sampai saat ini Lansonia lebih menikmati senyuman Arsenka, dibandingkan menikmati dunianya.

Cup ...

Penuh dengan kelembutan, Arsenka mencium kening Lansonia dalam waktu yang cukup lama, menyalurkan rasa bahagia yang ada dalam dirinya dan hati Lansonia terasa begitu berbunga-bungan saat Arsenka menciumnya dengan begitu lembut.

"It's my baby," ucap Arsenka sambil mengusap-usap lembut perut Lansonia. Senyuman kebahagiaan milik Arsenka tidak hilang begitu saja.

Lansonia menganggukkan kepalanya. "Ya, it's your baby." Perlahan tangan Lansonia mengusap-usap puncak kepala Suaminya, memainkan rambut Suaminya dengan begitu gemas.

*****

07:14 pm.

Ada sebuah hal yang mendadak teringat dalam benar Lansonia, dia melirik ke arah di mana Arsenka tengah memainkan perutnya dengan begitu asyik, sedari tadi Arsenka benar-benar terlihat bahagia mengetahui kalau dia akan mempunyai bayi.

"Arsen ..." pangil Lansonia dengan begitu lembut.

"Hm ... ada apa?" tanya Arsenka dengan begitu lembut. Dia menatap Lansonia dengan tatapan yang begitu jauh berbeda dari tatapan-tatapan yang pernah dia berikan sebelumnya pada Lansonia.

Di sini Lansonia kebingungan bagaimana harus memulai pembahasannya. "Aku masih hidup ... berarti kamu be—"Aku sudah memaafkanmu," ucap Arsenka yang paham ke mana kalimat yang akan Lansonia ucapkan.

"Kamu sebelumnya mengatakan akan memaafkanku setelah kamu membunuhku, lalu sekarang kenapa kau bisa memaafkanku begitu saja?" tanya Lansonia yang takut kalau Arsenka belum memaafkannya sepenuhnya.

Arsenka mengalihkan pandangannya. "Aku memang bukan orang yang baik, tapi aku bukan Ayah yang jahat." Lagi-lagi tangan kekar Arsenka mengusap lembut perut Istrinya.

Lansonia merasa sedikit geli, dia kemudian menghembuskan napasnya kasar. "4-5 bulan ke depan, bayi ini akan lahir. Kalau kamu masih ingin membunuhku ... aku rela, asalkan kamu benar-benar memaafkanku dan jaga anakmu dengan ba—

Ssttt

Arsenka menempelkan jari telunjuknya di bibir merah Lansonia. "He needs a Mommy." Arsenka tidak ingin kalau Anaknya tidak mendapatkan kasih sayang serta perhatian lainnya dari Sang Ibu.

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Arsenka teringat akan sesuatu. Hal tersebut membuat Arsenka tertunduk lemas, Lansonia terdiam melihat Suaminya yang mendadak terlihat begitu sedih.

"Your mother will soon be back to health, for there is a beloved son who is missing her." Senyuman milik Lansonia mengiringi kalimatnya, Lansonia mengusap lembut tangan Suaminya.

LOVE IS DANGEROUS : DEBILITATINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang