Coming Soon

1K 8 1
                                        


Arsenka Season 2?

| 25 October 2024

[ LOVE'S LIKE A DIAMOND ]


Sedikit adegan antara Arsenka dan Lansonia.

Kitchen, 07:19 pm.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

Lansonia terperanjat mendengar pertanyaan dengan suara dingin milik Suaminya, apalagi saat dia melihat ekspresi datar dari wajah tampan milik Arsenka. "Eh—aku sedang memasak, kenapa memangnya?" Pandangan Lansonia terus terfokuskan memperhatikan pandangan Arsenka yang dia sendiri tidak tahu sedang memperhatikan apa.

"Siapa yang menyuruhmu untuk memasak?"

"Tidak ada, aku memasak karena aku ingin melakukannya. Kamu kenapa? Apakah ada yang salah, lagi pula aku tidak sampai menyimpan bom di tempat ini dan sama sekali tidak menaruh racun di makanan yang sedang aku masak." Semuanya dibeberkan dengan jelas oleh Lansonia, hanya saja ekspresi Suaminya belum berubah.

Anggukkan enteng Arsenka berikan. "Kalau ingin makan atau apa pun, kau bisa menyuruh mereka membuatkan atau membelinya, kenapa malam hari seperti ini, kau malah memilih untuk memasak bukan tidur?"

Tangan kekar milik Arsenka melingkar di leher Lansonia, sampai jari tangannya mengalihkan wajah Lansonia agar menatap dirinya. "Suamimu sedang berbicara denganmu, kenapa pandanganmu malah terus tertuju pada wajan itu? Apakah wajan itu lebih menarik dari wajah Suamimu, hm?" Sebelah alis Arsenka mengernyit naik, ia menunggu jawaban dari Istrinya.

Ada sebuah rasa ingin tertawa dalam diri Lansonia. "Hei, jangan mempermasalahkan hal itu, aku sedang memasak, kalau aku tidak memperhatikan wajan, maka makanan ini akan gosong." Tangan Lansonia kembali mengaduk makanan yang dia tumis.

"Sampai kapan?"

Pertanyaan singkat yang baru saja diucapkan oleh Suaminya membuat pergerakan tangan Lansonia terhenti, dia melirik ke arah di mana Suaminya berada. "Kenapa? Apakah kamu sudah lapar?" Melihat Arsenka menggelengkan kepalanya membuat Lansonia kembali berpikir. "Jika bukan karena lapar, lalu kenapa kamu menanyakan sampai kapan?"

"Apakah dirimu akan terus berdiri di sini dan menghabiskan malam hari dengan memasak, padahal Suamimu sudah pulang dan dia ingin diperhatikan oleh Istrinya?"

Tidak bisa ditahan lagi, Lansonia tertawa dengan hal tersebut, apalagi saat melihat wajah datar Arsenka yang sekarang semakin terlihat kesal. "Tidak, sudah matang. Mau makan sekarang?"

"Diriku lebih ingin bersama denganmu." Sebelah tangan kekar Arsenka turun, dia mengelus-elus bagian perut Istrinya dengan lembut. Dagunya dengan santai dia sandarkan di bagian pundak Istrinya, sehingga jarak kepalanya dengan wajah Istrinya hampir bersatu.

"Ih, makan dulu! Aku sudah cape memasak," pinta Lansonia yang kemudian sebelah tangannya mengelus pelan rambut Suaminya. "Makan dulu ya, aku udah cape-cape masak lho buat kamu, masa iya kamu gak makan dulu?"

"Tidak ada yang menyuruhmu memasak."

Kedua bola mata Lansonia terfokuskan memperhatikan wajah Arsenka, dia menatap dengan tatapan kesal, sementara Arsenka dengan santai menatap balik Istrinya, ia mengernyitkan keningnya sebagai tanda kalau ia menanyakan maksud dari tatapan Istrinya.

"Ih?"

"Ada yang salah?" tanya Arsenka singkat yang membuat Lansonia menghela napasnya dengan sangat panjang. "Bukan makanan yang diinginkan oleh Suamimu, melainkan dirimu." Netra teduh milik Arsenka memperhatikan bentuk bibir Istrinya, ia juga memperhatikan warna bibir Istrinya yang terlihat merah muda, meski tidak menggunakan pewarna bibir.

Setelah persekian detik mereka saling menatap, Arsenka mulai mempertemukan bibir dua manusia yang sudah beradu mulut perkara masakan, sampai pada akhirnya lidah Arsenka secara perlahan memulai permainan, hingga Lansonia sedikit mengubah posisi berdirinya untuk mencari posisi yang lebih nyaman.

Kedua bibir sepasang Suami-Istri sudah bertautan dengan lidah masing-masing yang mulai menelusuri setiap inci rongga mulutnya. Sebelah tangan Arsenka menarik tubuh ramping milik Lansonia yang setelahnya tangan itu turun sampai di posisi bagian bokong Lansonia.

Jari kekar milik Arsenka mulai mengelus-elus lembut, sebelum pada akhirnya meremas sebelah milik Lansonia dengan permainan yang masih berlangsung, mereka saling menikmati moment hangat itu, hingga tangan kekar Arsenka sedikit mengangkat paha Lansonia dan tak perlu menunggu waktu lama, lengkan Lansonia dia taruh di pundak Suaminya.

Sejenak permainan berhenti, tidak ganas, hanya saja cukup menciptakan moment hangat dengan rasa manis yang masing-masing rasakan. Dirasa belum puas, tanpa perlu diperintah, kedua bibir itu sudah kembali tertaut, lidah masing-masing bergerak lebih sensual lagi, sehingga menambah kesan hangat dan rasa cinta yang semakin mengalir dalam diri mereka.


Bagaimana? Penasaran bagaimana kisah Arsenka-Lansonia di Season 2? 

Tunggu, 3 hari lagi!

Bisa di-follow terlebih dahulu akunnya.

Tolong pilihin Cover-nya dong, suka no 1 dan 4, tapi no 2 dan 3 juga simple.

Tolong pilihin Cover-nya dong, suka no 1 dan 4, tapi no 2 dan 3 juga simple

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LOVE IS DANGEROUS : DEBILITATINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang