Bagaimana jadinya jika seseorang dari masa lalu kembali datang, apa yang akan kamu lakukan?
Apa kamu akan menerimanya kembali ataukah mengusirnya dari hidupmu selama-lamanya?
Kehidupan Michael Gabriel Hienze yang awalnya tenang kembali terusik setel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terlihat seorang gadis sedang duduk di dalam sebuah ruangan kelas. Gadis itu meletakkan kepalanya di atas meja dengan mata yang tertutup. Seorang perempuan yang baru saja tiba di kelas langsung menghampiri gadis itu.
"Happy birthday Nasya." Ucap Via ketika sudah berada di hadapan Nasya.
Nasya membuka matanya lalu tersenyum tipis ke arah Via. "Thanks."
Gadis itu terheran-heran melihat respon yang diberikan oleh sahabatnya. "Lo kenapa?"
"Gue gak apa-apa."
"Biasanya kalau gak apa-apanya cewek itu pasti ada apa-apa."
Nasya menghembuskan napasnya kasar. "Adi belum ngasih ucapan apa pun. Pesan kemarin aja belum dia balas sampai sekarang." Nasya menjeda perkataannya sejenak.
"Gue takut dia mau mengakhiri hubungan ini." Mata gadis itu berkaca-kaca.
Via spontan membawa gadis itu ke dalam pelukannya. "Udah lo jangan sedih, mungkin dia lagi sibuk."
Kring...kring...kring...
Bel masuk berdering. Seluruh murid masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Tak lama setelah itu, datanglah seorang guru ke dalam kelas Nasya dan Via. Guru itu pun memulai pembelajarannya.
*****
Saat ini di SMA Nusa Bangsa sedang jam istirahat. El, Lia, Flora, Nasya, Via, Adi, dan Aksa. sedang berada di kantin. Mereka berbincang-bincang sambil memakan makanan yang mereka pesan.
"Apa kita gak keterlaluan?" Tanya Lia kepada teman-temannya.
"Enggak, lagian kan kita mau bikin kejutan buat Nasya."
"Iya sih, tapi aku gak tega, kata Via juga Nasya tadi pagi sedih."
"Lo tenang aja, gue udah nyiapin kado yang spesial buat dia." Sahut Adi. Lia mengangguk-anggukkan kepala mengerti.
*****
Malam harinya, di sebuah kamar terdapat seorang gadis yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke pesta. Setelah merasa dirinya siap, gadis itu turun ke lantai bawah.
"Princess mama cantik banget." Ucap Mama Ziva saat melihat penampilan putrinya.
"Mama bisa aja." Lia tersipu malu mendengar pujian ibunya.
Tingtong...tingtong...
"Itu kayaknya El."
"Lia ke depan dulu buka pintu." Gadis itu berjalan ke depan untuk membuka pintu rumahnya.
Ceklek...
Dugaan gadis itu benar. Orang yang membunyikan bel rumahnya barusan adalah El. Laki-laki itu terpesona ketika melihat penampilan Lia yang begitu sangat cantik malam ini. Lia menggunakan dress selutut berwarna biru muda dengan rambut lurusnya yang dibiarkan tergerai. Tak lupa juga dengan jepitan yang terpasang indah di sisi kanan rambut Lia. Serta terdapat make up tipis yang menghias wajah imutnya.