Chapter 12

84 42 22
                                        

Mau aja di bohongi sama iklan.
Kalo minum susu sapi bakal jadi pinter. Emang nya lo pernah liat anak sapi jadi sarjana?

~Gerald Remaldy~

Setelah mengisi perut di kantin, Alisya memutuskan untuk pergi ke taman yang ada di belakang sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah mengisi perut di kantin, Alisya memutuskan untuk pergi ke taman yang ada di belakang sekolah. Belakangan ini Alisya sangat merindukan kedua orang tuanya. Setiap ia menghubunginya, mereka tak pernah menjawab nya sekalipun.

"Bel udah bunyi, lo gak mau ke kelas," tanya Aldino yang tiba tiba duduk di samping Alisya.

Alisya menarik nafas pelan, pikirannya sedang berkecamuk ia ingin segera pulang ke rumah.

"Gue mau bolos aja," jawab Alisya sambil memainkan ponsel.

Aldino hanya menjawab dengan anggukan sambil tersenyum kearah Alisya.

"Lo kenapa masih di sini?" tanya Alisya ketika Aldino masih duduk nyaman di samping nya.

"Gue juga mau bolos," jawab nya santai.

Alisya hanya mengangguk mendengar jawaban nya. Ia malas jika harus memarahinya lagi pula dia bukan siapa siapa Alisya.

***

Di tempat lain Alfio cemas karena Alisya tak masuk kelas. Elma yang sadar akan perubahan raut wajah Alfio pun tertawa.

"Ciee yang lagi nyariin gebetan nya,"teriak Elma mengompori.

Dava dan Gerald yang mendengar itupun tersenyum jahil melihat wajah Alfio menahan marah sekaligus malu.
Semua murid yang ada di kelas pun menatap Alfio dengan senyuman maut. Memang saat ini kelas Alfio jamkos, sehingga keadaan kelasnya sangat kacau.

"berisik,"desis Alfio dengan tatapan tajam yang membuat nyali siapapun menciut seperti daechang.

Setelah bel pulang berbunyi, Alfio berjalan menuju taman belakang untuk mencari Alisya,eh bukan maksudnya untuk mencari udara segar. Saat sampai, ia melihat Aldino yang sedang berbaring di kursi taman dengan kepala nya bertumpu pada paha Alisya.

"Babang Al kok ninggalin-"

"Berisik," ucapan Dava terpotong oleh Alfio yang terlihat menahan emosi.

Saat Alfio berbalik arah untuk pulang, Dava menahan tangan nya sambil berekspresi serius yang di buat buat.

"Lo cemburu hm?" tanya nya dengan ekspresi serius yang sangat kentara dengan wajahnya.

"Gak," jawab Alfio cepat dan melenggang pergi begitu saja.

Alisya yang menyadari keberadaan Dava dan Gerald ia dengan cepat menghampiri nya tanpa menghiraukan Aldino yang terjatuh ketanah karena Alisya yang tiba tiba berdiri dari duduk nya.

"Lo pada ngapain?" tanya Alisya saat sudah sampai di hadapan mereka berdua.

"Lagi antri beli mixue," jawab Dava asal.

"Lo lupa apa gimana?" tanya Gerald sedikit frustasi.

"Emang kenapa?"

"Harus nya lo jaga jarak sama Aldino," ucap Gerald sedikit berbisik saat Aldino berjalan menghampiri mereka bertiga.

"Balik yok," ajak Dava sambil menarik tangan Alisya.

"Gue duluan," pamit Alisya pada Aldino yang berada tak jauh dari nya.

"Hati hati," ucap nya sambil tersenyum manis.

Tatapanya berubah drastis saat melihat Dava dan Gerald. Tatapan tajam yang ia tunjukan dari setahun lalu.

"Bego banget si sya," ucap Gerald sambil menoyor pelan kepala Alisya.

"Gue gak deket, dia yang maksa mau tidur di paha gue," jelas Alisya kesal.

"Kenapa gak lo tinju aja?" tanya Dava bersemangat.

"Males,"

"Ye lo ya," kesal Gerald sambil kembali menoyor kepala Alisya.

"Tunggu dulu, tas gue ketinggalan," ucap Alisya saat ingat tas nya ketinggalan. Dengan larian secepat kilat ia berlari menuju kelas nya.

Dengan nafas terengah engah ia mengambil tas nya dan kembali berlari menuju parkiran.

"Cepet amat," ucap Dava bingung.

Alisya tak menghiraukan ucapan Dava, ia sibuk mengatur nafas nya yang terengah engah.

"Yaudah balik yuk," ajak Gerald karena hari sudah sore.

"Gue balik ama siapa?" tanya Dava memelas.

"Gak tahu," ucap Gerald dan Alisya bersamaan.

"Gerald," panggil Dava sambil memelas.

"Gak bensin gue abis," ucap Gerald cepat.

"Sya."

"Iya deh ayok," final Alisya.

"Motor lo kemana si?" tanya Gerald jengkel.

"Motor gue di sita 3 bulan sama emak gue," ucap Dava kesal.

"Awas aja kalo nemplok," ancam Alisya.

"Iya gak bakalan kok. "

"Yaudah gue duluan rald,"

"Hati hati," ucap nya memperingati.

***

Setelah nengantar pulang Dava, ia berniat untuk pergi ke taman untuk menenangkan pikiran.

Saat sampai ia langsung mencari tempat duduk yang nyaman dan jauh dari keramaian.

"Kok mereka gak pulang pulang sih?" keluh Alisya sambil menarik nafas pelan.

Kedua orang tua Alisya sudah satu bulan pergi ke rusia tapi tak kunjung ada kabar bahkan mengirim pesan pun tak pernah. Alisya sangat merindukan nya.

"Kak sasyaa," panggil seorang anak kecil yang berhasil membuyarkan lamunan Alisya.

Alisya terkejut sekaligus bingung ketika seorang anak perempuan menghampirinya dan langsung memeluk nya.

"Kak sasyaa Acia kangen," ucap nya sambil terus memeluk Alisya.

Setelah merasa puas memeluk Alisya, ia melepas pelukan nya sambil terus berceloteh.

"Kak Sasya kemana aja? Acia kangen," ucap nya sambil mengerucut kan bibir nya sebal.

"Aku Alisya bukan Sasya," jawab Alisya lembut.

"Tapi kaka mirip sama kak Sasya. "

"Mungkin kamu salah orang," ucap Alisya sambil tersenyum lembut kearah nya.

Tak ingin berlama-lama di sana ia segera pulang meninggalkan taman dan seorang anak perempuan yang menangis di pangkuan ibu nya yang terus memanggil nama Sasya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Belva Sena [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang