Jeiden
Om sama Tante udah di rumah?
Chaerra
Belum.
Jeiden
Entar pulang dari kumpul sama anak-anak gue mau mampir.
Chaerra
Tidak menerima cuddle.
Jeiden
Wkwkwkwk.
Jeiden
Bangsat sih anak-anak IPA5, ngulah muluk padahal semalem bisa aja berhasil ngajak lo cuddle.
Chaerra
Sumpah deh, lama-lama gue takut sama lo.
Chaerra
Udah tukang nyosor, sekarang ngajak kelon.
Jeiden
Bahasa lo anjing.
Jeiden
Lucu banget lo.
Jeiden
Nanti pulang mau gue bawain apa?
Chaerra
Mobil Lamborghini.
Suara samar dari bel pintu di bawah sana membuat Chaerra yang sudah bersiap tidur di atas ranjang jadi berdecak kecil. Gadis itu secara malas-malasan membuka selimut tebal yang sudah ia kenakan. Bagian bawah matanya sudah dihiasi masker, jarang tidur akibat perasaan tak menyenangkan yang ditimbulkan oleh interaksinya dan Jeiden berakibat buruk pada area bawah matanya yang menggelap di antara kulit putih pucatnya yang lain. Rambut di bawah bahu gadis itu yang kini mencapai dada sudah digelung tinggi, dengan penutup mata putih yang masih ia kenakan sebagai bandana.
”Malam, Chaerra.”
Sapaan hangat dengan nada riang itu menyambut indra pendengaran Chaerra begitu ia membuka pintu, menangkap tubuh mungil dari kelasnya. Pandangan Chaerra yang semula sudah melemparkan malas berputar bosan begitu saja, menatap satu orang yang akhir-akhir ini memiliki tingkah menyebalkan. Padahal Chaerra masih ingat jelas bagaimana wajah dingin Lia menghiasi kelas XI-IPA5 sebagai salah satu manusia waras yang kini mungkin sedikit gila sejak menjalin hubungan dengan salah satu pemuda dari kelas mereka juga, Hessa.
”Lo mau masuk?”
Chaerra segera bertanya sengak yang disambut dengan anggukan antusias dari Lia. Gadis itu mengambil jalan lebih dulu, mengambil langkah kembali menuju kamarnya. Awalnya Chaerra tak begitu peduli pada kehadiran gadis dari kelasnya itu, merasa sudah biasa juga jika Lia akan menginap. Tapi pembicaraan berikutnya yang gadis itu bawa mengenai kehidupan privasinya membuat Chaerra cukup tertarik, apalagi begitu mereka membawa nama Jeiden.
”Pokoknya, intinya tuh-gini, kalau seandaikan lo jadian sama Jeiden, terus lo dilabrak sama mantan-”
”Gue labrak balik lah, enak aja mau ngelabrak-ngebabrak.” Chaerra tak dapat menahan bibirnya untuk tak menyelak, langsung emosi begitu mendengar perumpaan yang baru saja ia dengan. ”Mantan doang gayanya udah kayak istri main ngelabrak-ngelabrak,” lanjut gadis itu jadi mencibir sendiri, merasa tak suka begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi... Boyfriend
FanfictionJeiden & Chaerra from Win Crown Lebih baik baca Win Crown dulu, tapi kalau mau langsung baca ini juga gak papa :) Rated: 17+ . . . . . Bagaimana jika gadis yang mendapatkan julukan Singa IPA bertemu dengan pemuda dengan julukan Idol Boy School di da...
