30. Chaerra and Friend

132 15 4
                                        

”Ray, habis dance mau ke mana?"

Seorang gadis dengan rambut sebahu yang tengah mengemasi barangnya menoleh sekilas. ”Mampir MX Caffe gue, mau ngumpul sama yang lain.”

”Siapa aja?”

”Hana sama Mina katanya mau nunggu di sana sih.”

”Gue ikut boleh gak?”

”Ya udah ayok, kayak sama siapa saja pakai segala tanya.”

Wajah Chaerra merekah begitu saja, dengan semangat menggapai tasnya. Gadis itu segera mengambil tempat di sisi Raya yang juga baru saja menggapai tas. Keduanya jadi berjalan beriringan, membuat beberapa adik kelas yang lewat jadi menyingkir secara teratur. Dua orang gadis itu punya garis wajah yang hampir sama, tegas dengan dagu mendongak seolah tak takut pada siapapun.

”Lo tumben pulang sekolah ikut gue, temen-temen lo mana?” tanya Raya setelah keduanya selesai memesan di kasir.

MX Caffe bisa dikatakan hanya berjarak lima langkah dari gedung SMA Garuda. Letak tempat itu yang tidak sampai 500 meter dari pagar utama SMA Garuda membuat namanya terkenal di kalangan anak Garuda. Setiap jam pulang sekolah sekat-sekat lesehan dan lantai dua akan dipenuhi oleh siswa-siswa berseragam yang melingkar entah hanya sekedar untuk nongkrong atau belajar kelompok dengan laptop dan kertas-kertas besar.

”Udah pada balik duluan tadi,” balas Chaerra tenang, melambai pada dua sosok gadis yang segera bergerak mengangkat tangan membalas, ”pada mau ngerayain ulang tahunnya Hessa.”

Kalimat Chaerra tidak bisa menjadi alasan juga, karena sebenarnya gadis itu berusaha sebisa mungkin menghindari interaksi apapun terutama dengan Jeiden dan William. Adegan ciuman yang tidak ia harapkan beberapa bulan lalu benar-benar memalukan, sangat memalukan sampai rasanya Chaerra ingin melepas kulit wajahnya sendiri.

”Hessa yang pernah deket sama Mina itu?”

Mina yang baru saja disebut namanya menoleh. ”Apaan bawa-bawa gue?”

”Mantan crush lo mau ulang tahun,” respons Raya tanpa beban yang segera dihadiahi oleh tamparan keras di lengan atasnya.

Mereka mengambil meja memutar yang ada di lantai pertama, berhadapan langsung dengan spot untuk meja billiard yang mejadi fasilitas baru. Chaerra mendudukan dirinya di sisi Raya dan Hana yang kini sudah sibuk terkekeh akibat Mina mengerutkan bibirnya cemberut. Selain Jeiden yang terkenal di kalangan siswa siswi Garuda, ada juga Hessa dan Soni yang memang menjadi prajurit bagi pemuda itu setiap kali mendekati gadis.

”Eh, mau gabung Na?” tanya Chaerra. ”Suprise-nya deket rumah lo kok.”

”Tuh ditawarin gabung,” goda Hana menyenggol lengan gadis cantik itu, ”udah berangkatin aja.”

Wajah cantik dengan kesan kalem itu jadi berdecak kecil, menoleh pada Chaerra dengan anggukan pelan. ”Kalau lo ajak ya gue ayok aja.”

Suara tawa Raya dan Hana terdengar tertahan pelan, saling mengalihkan wajah seolah ada sesuatu yang membuat Chaerra mengangkat alis bingung. Wajah cantik Mina sudah memerah, membuat gadis itu merutuk kecil sembari menutup kedua wajahnya dengan telapak tangan. Chaerra memicing tajam, merasa ada hal yang disembunyikan.

”Kenapa sih?”

Hana menggeleng cepat. ”Gak papa, bayangin aja Mina di tengah-tengah anak cewek IPA5 kayak apa.”

”Eh, temenin lo aja gak papa, lo kan deket tuh sama Jeiden,” ujar Chaerra cepat menunjuk Hana, ”udah dipacarin belum?”

Wajah merekah Hana segera berubah terbelalak. ”Enggak anjir, mana ada. Gue sama Jeiden mah temenan aja.”

Hi... BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang