Gadis dengan tanktop hitam yang dilapisi oleh kemeja kemeja bermotif kotak-kotak dengan kancing terbuka dan celana denim panjang itu lebih dulu mengetuk pintu tiga kali. Setelah menghitung dari detik pertama hingga detik ke sepuluh dan tak mendapati adanya respons apapun, gadis itu segera menekan tombol-tombol di sisi pintu apartemen untuk membuat pintu benda di hadapannya terbuka. Hampir semua anak murid XI-IPA5 juga tau pasword kode apartemen Jeiden yang seolah sudah jadi rumah kedua setiap weekend.
Chaerra masuk dengan sebelah tangan memegangi kresek penuh dengan balon. Mungkin benda itu tak akan digunakan lagi, karena pemeran utama untuk acara ini tiba-tiba saja mengundurkan diri. Tapi daripada membuang di tempat lain, Chaerra lebih memilih menuju apartemen ini untuk menaruh benda tak berguna itu mengingat ruangan ini juga seperti gudang.
”Oh?”
Suara terkejut membuat Chaerra yang tengah menyapukan pandangan ke sudut-sudut ruangan jadi segera menoleh terkejut. ”Oh?” gadis itu ikut bergumam pelan, menyahut suara Jeiden pelan.
”Udah sampai sini aja lo.”
”Gue udah ketuk pintu tadi,” sahut Chaerra panik sendiri, ”gak tau kalau lo lagi mandi.”
Pemuda yang kini tengah bertelanjang dada dengan celana kain pendek selutut itu hanya menaikkan kedua bahu ringan. Rambut hitam lebat pemuda itu masih begitu basah, dengan handuk kecil putih yang melingkar di bagian lehernya. Dengan langkah pelan bahkan tubuh jangkung pemuda berjalan mendekat ke arah Chaerra yang masih berdiri di sisi sofa.
”Pipa air kamar mandi dalem rusak, belum sempet gue benerin,” respons Jeiden tanpa beban, ”tadi ke sini sama siapa?“
”Gue ada acara dance di deket sini tadi.”
”Selesai acara langsung ke sini?”
Kepala Chaerra mengangguk merespons, mundur selangkah karena tubuh di hadapannya yang mendekat. ”Sekalian, males bolak-balik rumah.”
Jam masih menunjukkan pukul 18.00 WIB sedangkan anak-anak yang lain setuju berkumpul jam tujuh malam, menandakan masih ada sisa satu jam kosong. Chaerra sudah berpikir untuk datang terlambat sebenarnya, tapi karena mengira pemuda itu tak mungkin sudah ada di apartemen dan pasti masih keluyuran membuatnya datang ke tempat ini lebih awal. Walau faktanya Chaerra justru kini harus menghadapi orang yang paling ia hindari.
”Udah makan?”
Pertanyaan pemuda itu yang terus terdengar membuat suasana di sekitar Chaerra justru semakin tak menyenangkan. Suara serak berat pemuda itu yang akhir-akhir ini tak lagi menganggu hidupnya tiba-tiba kembali memenuhi kepala Chaerra. Gadis itu rasanya kembali dihantam batu, membuat seluruh tubuhnya kaku dan hanya bisa mengeluarkan gumaman disertai anggukan kaku akibat tubuhnya yang tak dapat merespon dengan benar.
”Makan di mana?”
Tubuh Chaerra yang kembali ingin mundur selangkah tertahan dengan tangan besar Jeiden yang menyelak, menahan punggungnya secara tiba-tiba. Mata gadis itu yang langsung berhadapan dengan dada bidang Jeiden membuat Chaerra langsung membuang wajah, mendengus menoleh ke arah mana pun asal bukan pada pemuda di depannya sekarang ini. Dalam hati ia sudah merutuk habis-habisan, mengatai dirinya sendiri yang beberapa akhir ini selalu dibuat tak bisa berkutik jika sudah berurusan dengan Jeiden.
”Jangan mundur, selangkah lagi lo nabrak meja.”
Chaerra mendengus pelan, dagu gadis itu segera mendongak ke arah wajah Jeiden dengan tangan yang menepis pelan lengan pemuda itu supaya menyingkir dari sisi tubuhnya. ”Jangan deket-deket! Badan lo bikin gue takut!”
Bukan hanya postur tubuh, tapi juga tatapan dengan garis wajah pemuda itu. Jeiden dengan sisi dominannya benar-benar perpaduan yang amat sangat mengesalkan bagi Chaerra. Pemuda itu seolah bisa menghalau oksigen di sekitar Chaerra membuat gadis itu sesak sendiri, hampir tak bisa menarik nafas atau bersikap dengan benar karena aliran darahnya akan langsung ikut berhenti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi... Boyfriend
Fiksi PenggemarJeiden & Chaerra from Win Crown Lebih baik baca Win Crown dulu, tapi kalau mau langsung baca ini juga gak papa :) Rated: 17+ . . . . . Bagaimana jika gadis yang mendapatkan julukan Singa IPA bertemu dengan pemuda dengan julukan Idol Boy School di da...
