23. Patah Hati Pertama

169 16 2
                                        

Bang Jenan

Chaerra Karinda tuh temen lo bukan?

Bang Jenan

Di sidang sama bokap lo.

Bang Jenan

Gila ya, habis William yang disidang belum puas juga bokap lo.

Bang Jenan

Bener bener obsesi banget sama lo kayaknya.

”Anjing.”

Soni menoleh aneh, memandang manusia di sisinya yang lebih tinggi tengah memandang ponsel dengan ekspresi menakutkan. ”Kenapa?”

”Bangsat! Gila! Setan nih orang!“

”Apa sih Jei? Rangga ngulah lagi?” tanya Soni makin penasaran, menyebutkan nama Ketua Ekskul mereka dengan kepala melongok yang segera didorong Jeiden.

Jeiden

Di mana anjing?

Jeiden

Lo di mana?

Jeiden

Chaerra maksud gue di mana?

Bang Jenan

Restoran Bunda, emang di mana lagi.

Jeiden

JANGAN DIBIARIN!

Jeiden

POKOKNYA JANGAN!

Jeiden

Sumpah Bang, kalau lo masih sayang sama nyawa gue jangan biarin tuh tua bangka ketemu Chaerra bangsat!

Bang Jenan

Telat!

Bang Jenan

Udah ketemu.

Bang Jenan

Lo responsnya lama banget.

”Anjing!“

Suara umpatan Jeiden kembali terdengar yang makin membuat Soni penasaran. Pemuda itu dengan cepat melempar tasnya pada sosok di sisinya yang sejak tadi berusaha melongok. Jeiden kembali mengumpat berkali-kali ketika mengenakan sepatunya, masih dengan Soni yang memandangnya dengan kerjapan lucu.

”Gue balik duluan.”

”Lah? Gak jadi ngajak yang lain makan-makan?”

”Lo aja lo aja,” sahut Jeiden sudah berlalu lebih dulu, ”tas gue bawa, besok gue ambil.”

Pesan pertama yang dikirim oleh kakak sepupunya itu memang sudah ada sejak beberapa jam lalu. Tapi karena sibuk dengan latihan basket, Jeiden jadi tak melihat sama sekali notifikasi yang ada di ponselnya. Pemuda itu pikir masalahnya sudah selesai karena ada sang ibu yang terus menengahi, menerima Chaerra begitu saja. Tapi sang ayah masih terus saja menganggu.

Kejadian William setahun yang lalu saja masih membuat Jeiden pusing sendiri akibat tingkah ayahnya yang menanyakan segala kenakalannya pada William. Sekarang Chaerra? Yang benar saja! Baru kemarin mereka baikan. Tolong jangan lagi!

Hi... BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang