✦
Hadiah itu adalah sebuah bros berlian asli yang susah dicari. Tidak hanya itu, harganya yang terkenal sangat mahal. Untuk Arthur berwarna merah dan untuk Karo berwarna biru. Tidak lupa juga membeli sapu tangan untuk mereka. Leree menyewa tukang jahit yang bisa menuliskan masing-masing nama mereka di sapu tangan.
Ia menatap fokus pada hadiah yang dibeli olehnya. Kedua tangannya memegang hadiah itu dengan hati-hati, sambil bergumam, "Reaksi apa yang mereka buat ya?..."
Setelah dari toko penjahit... kebetulan sekali Leree bertemu Karo di depan pintu. "Aku kira kau nyusul dari belakang? Ternyata malah membeli sesuatu hal pribadi." Karo merasa jadi bersalah karena meninggalkannya. "Sebenarnya Leree capek. Kebetulan ada toko yang bikin menarik di mata Leree... jadinya belanja."
Tangan laki-laki itu mulai membelai rambut adiknya dengan penuh hangat. "Lain kali, abang gak tungguin atau jalan santai biar ga ketinggalan." Lirikan kedua mata Karo membuat Leree langsung sadar.
Pandangannya terliat sekali Karo ingin melihat isi tas itu. Namun, dengan cepat adiknya langsung menyembunyikan hadiah di belakang punggungnya. Laki-laki itu penasaran hingga ketika jarinya sudah menyentuh barang yang disembunyikan, Leree berteriak keras. "Jangan!!! Ini buat ehm.. OTA!" disaat itu juga Leree jadi benar-benar memikirkan kabar OTA setelah kejadian seminggu lalu.
"Dia lagi?" Karo mendengkus kesal mendengar namanya. Leree mendorongnya menjauhi dari tas itu dan menepuk bahunya. "Jangan sedih gitu. Kapan-kapan aku belikan hadiah spesial buat abang, benar-benar khusus buat abang!" sambil mengedipkan mata.
Karo yang melihat kelakuan adiknya yang lucu, langsung tertawa lepas. Padahal ia tidak pernah mengharapkan hadiah, sungguh menggemaskan. "Ayo masuk dulu ke mobil, pasti berat hadiahnya."
"Hadiah kecil begini berat? Aku bisa aja kali bawa rumah ke mobil." lagi-lagi adiknya yang asal bicara membuat Karo lelah tertawa. Kedua kakinya tidak sanggup jalan kembali ke rumah. Leree menawarkan tumpangan daripada memaksa melanjutkan lari.
"Oh ya... abang tau rumah Professor OTA?" Karo menggeleng tidak. "Uhm.. masa harus nunggu dia sehat?" mendengar nada adiknya yang tiba-tiba menjadi lesu, Karo meminta supir pribadinya untuk melacak keberadaan tempat tinggalnya.
DUAR!..
Suara ledakan itu berasal di depan jalan raya. "Maaf, sepertinya ada kecelakaan di depan. Kemungkinan kemacetan sekitar satu jam." ucap sopir pribadi mereka sambil melihat layar mencari rute lain. Karo langsung turun dari mobil dan memeriksa insiden di depan.
Ia mendengar dari orang-orang ada mobil yang terbakar karena bom yang entah dari mana asalnya. Tidak hanya itu, kebakaran mobil merambat ke mobil lainnya. Mobil-mobil itu milik tamu penting yang sedang berkunjung di gedung hotel mewah di seberang utara. "BERKAS SAYA!!" teriak salah satu tamu yang menyelamatkan diri dari kebakaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
