29. Blood Ties

51 20 11
                                        

Setelah mendatangani dan membuat rencana, Arthur dan Kiran bersumpah darah. Dengan begitu perjanjian ini akan berjalan atas perdamaian sekaligus sumpah mati. 


Jika salah satu ada yang melanggar, maka ia akan mati di tangan Natsumi. Kiran baru pertama kali melakukan seperti ini. Rasanya sudah melakukan hal gelap dan paling kotor sebelumnya. 


Laki-laki di depannya tertawa keras melihat ekpresi wajah Kiran. "Muka lu deg-degan banget padahal cuman bikin sumpah. Jangan bilang lu takut?", "CK.. jangan remehkan kepala keluarga Fujiwara brengsek! Gw buktikan sampe lu tunduk di hadapan gw!" tegas gadis itu. 


Hyuji menepuk tangan tiga kali sebagai sumpah terjalan dan mengancam mereka, "Kalian kalau bersengkol dan merubah syarat perjanjian dari belakangku, siap-siap saja konsekuensinya" seringai Hyuji dengan deep voicenya


Setelah menjalankan tahap akhir, Kiran dan Zeera diperbolehkan meninggalkan rumah Hyuji. Dalam perjalanan pulang pun hawa dingin semakin terasa. Bukan karena sudah malam, melainkan percakapan perjanjian barusan membuat Kiran menutup mulut. Zeera terlihat sungguh tidak nyaman.


Kiran menyangkalnya dan berpura-pura biasa saja. Pada akhirnya Zeera yang memulai obrolan. "Kiran.. apa tidak apa kalau membuat perjanjian itu? Anda tau sendiri orang itu buronan gelap."


Memperingati dan tidak mau kejadian saat kecilnya terulang kembali, Zeera menyarankan rencana lain di belakang Ree. 


"Gapapa, kalau menolaknya.. orang itu juga akan meremehkan kekuatan Assasin kita. Terima kasih sudah khawatirin aku.. Whislizeera." ia tersenyum pada pelayan sekaligus temannya. 


Walaupun gadis itu berkata begitu di depannya, tetap saja tida bisa disembunyikan rasa gemetar tangan. 'Anda selalu memaksakan diri' alasan utama Zeera ingin selalu disisinya.


Dan di rumah Hyuji...


Setelah mengantar pulang dua sandera ke depan gerbang,  bocah laki-laki rambut hijau itu langsung berbaring di sofa sambil makan snacknya. Arthur dan Ayla terpaksa menginap di rumah Hyuji karena pemilik rumah melarang mereka pulang. 


Ia lebih suka ada tamu dan menginap, apalagi teman dekatnya. "Nginaplah kalian! Aku yakin kalian suka dengan suasana rumahku HAHA" senang Hyuji. 


Jujur saja, Ayla lebih memilih menginap dari pada pulang dengan rasa canggung. Rasa cemburu begitu besar... apa ini balasannya karena hanya mengira Reina-senseinya laki-laki?


Ayla tidak nafsu makan malam dan hanya di kamar sambil membaca buku. Di rumah Hyuji tempat yang paling menarik adalah setiap di ruangan selalu banyak buku bervariasi genre.

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang