✦
Sebuah cahaya menyilaukan mata berada di depan mereka semua. Dallen benar-benar terpesona karena pisau keturunan khas Ree dilihat dengan matanya sendiri. "Pisau ini dibuat oleh tuan Arshree asli, bukan?", tanya Faloner. Pertanyaannya membuat nyonya besar sedikit kesal dan cemas. Pisau itu palsu dan dibuat benar-benar mirip. Ia langsung mengibaskan kipas dan berlagak sombong. "Tuan, apa perlu saya cek ini semua adalah asli? tentu harta kami asli". Tak lama pria itu tertawa terkekeh.
"Tahun kemarin banyak perbincangan kembalinya putra pertama anda yang kabur. Saat itu saya melihat ada sebuah pisau yang mirip sekali dengan itu",
"Apa maksud anda?",
"Yang manakah pisau asli keturunan Ree?", ucap Faloner dengan seringai.
Siaran itu sedang berlangsung. Terutama Ayla dan rekannya sedang ikut juga menonton siaran itu. Gadis bertanduk merah itu lega karena memilih pengacara Beqre. Ia tak hanya sekedar mewawancarai saja, ia juga menganalisis dan pintar berargumen dengan lawannya. 'Dengan ini.. Dallen akan segera menangkap nyonya besar!', ucap dalam hatinya.
Nyonya besar terguncang karena ucapan Faloner yang begitu mencurigakan dirinya. Dirinya sudah keringat dingin dan tidak bisa menatap mata pria itu. "Apa anda baik-baik saja nyonya?", tanya Dallen. Wanita itu berusaha tenang dan tidak terlihat panik. "Putra pertama.. memang sering jahil dan mencuri sesuatu. Tapi yang ini benar-benar asli". Dallen kebingungan sekali. Ia mulai berpikir pisau itu asli atau bukan. 'Kalau asli tidak akan mengeluarkan kekuatan sebesar itu dalam pisau-nya'.
Akhirnya pria itu mengusulkan sesuatu yang membuat nyonya besar Ree semakin keringat dingin. "Izinkan saya merekam dan buktikan kekuatannya. Saya membaca sejarah dalam buku di perpustakaan, kekuatan pisau itu sangat mempengaruhi asli dan palsunya", ucap Faloner Beqre dengan senyuman seringainya. Dallen juga setuju pendapat wartawan itu. Tugas utamanya adalah melindungi Nyonya besar Ree dari segala serangan apapun, hanya saja kali ini ia berpihak lain.
Dengan berat hati wanita itu mengambil senjata turun menurunnya dengan gemetar hebat. Wajahnya terlhat sangat pucat. "Ekhem.. t-tolong perhatikan benda ini, secara detail ini asli". Faloner dan asistennya mendekati pisau itu. "Bagaimana caranya menggunakan benda itu, nyonya?", tanya pria itu. Penonton dalam siaran live itu sangat banyak hingga ribuan orang menonton demi melihat seisi harta Ree.
"Ah soal itu hanya sebagian keturunan Ree yang bisa menguasainya",
"Tuan muda Tora, bisakah anda memanggilnya dan menunjukkan kekuatan pisau itu?", permintaan Faloner semakin melunjak.
"Maaf tuan Beqre, itu privasi kami",
"Anda sudah sejauh ini menunjukkan isi Ree, bukankah itu juga privasi? lanjutkan sampai pisau itu saja, ini permintaan terakhir penonton termasuk saya",
Dallen sedikit tercengang bahwa ada seseorang yang berstatus lebih rendah dari Ree berani mengajukan banyak permintaan. 'Siapa yang merekomendasikan wartawan ini? itu membantuku menggali banyak seisi lawan', ia hanya diam dan menyaksikan saja apa yang terjadi jika itu asli atau palsu.
2 menit kemudian, Karo datang dengan kemeja putih dan rambutnya yang tertata rapih. Di belakangnya ada Leree juga. "Saya datang ibu, ada apa?", sambil mencium tangan ibunya. Laki-laki itu terkejut karena tangan ibunya sangat berkeringat dingin. Wajahnya pun pucat. Lalu ia melirik ke Faloner dan Dallen. Sepertinya Karo tidak perlu bertanya lagi mengapa ibunya berkeringat dingin. 'Sudah masuk jebakan..!', senyum tipis darinya. Kedua saudara itu saling melirik dan mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
