✦
Ayla dan Arthur sudah cukup lama menghabiskan waktu di istana megah milik Reina Florencia. Arthur sampai lupa kalau ia sudah ada janji dan rencana masa depan di dunia asalnya. Walaupun belum sepenuhnya berkeliling di dunia mati, ia cukup antusias dengan yang ada disini. Seperti sihir, elf, iblis dan lain-lain yang terikat dengan dunia mati. "Sudah waktunya kita balik." sambil memeriksa jadwal yang tertera pada buku catatan.
"Sayang sekali~ padahal Ayla masih mau di sini.." gadis bertanduk merah masih ingin tiduran di atas paha gurunya yang begitu lembut. Sorotan tatapan membunuh dari laki-laki itu tertuju arahnya sampai merasa merinding. Tanpa harus marah, segera berkemas untuk pulang. Sebelum itu, Ayla ingin menemui Natsumi terlebih dahulu untuk menanyakan kekuatannya.
Ia mencari-cari dari segala arah, tetapi gadis berambut hitam tidak ada dimanapun. Hingga sampai lantai yang paling atas dibagian teras, ada Natsumi sedang sendirian menatap pemandangan. Ia bisa bernafas lega karena telah menemukannya. Mencari Natsumi membuatnya lelah karena istana ini sangat megah dan luas. "Kak Natsumi!!~" panggil Ayla.
Natsumi belum melirik tiba-tiba mendapati Ayla sudah di sampingnya. Gadis bertanduk merah langsung bertanya tanpa basa-basi sapaan hariannya. Ia bertanya kekuatannya sudah dibangkitkan sepenuhnya atau masih ada yang tersegel. Tetapi Natsumi tidak menjawab apapun, namun ia menjelaskan yang lain. "Yang pasti harus dikuasain dulu kekuatan. Jangan sampai di bawah kesadaran oleh kekuatan itu, sangat berbahaya dan bisa-bisa membunuh partnermu!"
'ARTHUR?! Kekuatanku bisa membahayakan dirinya?!!' kedua matanya terbelalak mendengar kekuatannya bisa membahayakan Arthur. Gadis berambut hitam itu menepuk pundaknya, "Tenang aja kok, meskipun butuh sedikit lama untuk jinakinnya... aku tau kau bisa, Ayla."
Ucapan motivasi dari Natsumi membuatnya bimbang. Ia ragu untuk menggunakannya kembali, namun kalau tidak digunakan akan sia-sia sja dan tidak akan terbiasa. Ketika hendak turun ke bawah, ia ditarik ekornya oleh Natsumi. "Hei... dari pada capek-capek jalan, mending teleport aja!!" sebuah cahaya membuatnya berpindah tempat secara kilat.
SWUZ...
Dan tibalah mereka berdua di depan pintu. "KERENN!! Cepet bangettt!" kedua matanya berbintang-bintang takjub dengan kekuatan barusan. "Ini mah bukan apa-apa."
Ternyata Arthur dan Reina sudah menunggunya di depan gerbang. Sebelumnya mereka masih ribut karena Reina tidak setuju muridnya pulang secepat ini.
Tiada bosannya mereka masih melanjutkan pertengkaran kecil. "Muridku harusnya ditinggal aja!" protes Reina. "Lah lu kok yang ngatur? Rumah gw berarti rumahnya dia juga!",
"Ck! Apa susahnya lu kapan-kapan ke sini untuk ngeliat dia!" Reina sampai terbawa arus pembicaraan tidak formalnya. Ia menyentil pelipis laki-laki itu. "NENEK SIALAN! Demen banget lu sentil kepala gw, ngaku sekarang kalau lu udah tua." Arthur tertawa jahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
