✦
Suara baja yang saling diadu satu sama lain, dinding yang mulai bolong-bolong, air mulai memasuki ruangan itu. Mereka menyerang tanpa rasa lelah dan memperebutkan kemenangan sekaligus mempertaruhkan nyawa. Air yang mulai naik sebetis kaki bukanlah penghambat bagi mereka. Arthur menyerang dengan pisaunya sedangkan Dallen dengan pedang. TRANGGG...
"Ada apa tuan Ree? Racunnya sudah mulai terasa ya?", mendengar itu Arthur langsung menyerang mengenai kaki Dallen.
"Ya, cukup menyakitkan tapi tidak sebanding sakit karena kalah melawan anda, nona Cattergirn",
"CK! JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN NONA!".
Dallen sangat enggan mendengar panggilan wanita untuknya. Ia mengartikannya bahwa orang-orang meremehkan dirinya karena seorang wanita. Itu juga salah satu alasannya ia berpenampilan seperti laki-laki dan memperkuat fisiknya. Mendengarnya saja jijik, apalagi diucapkan sama musuhnya sendiri.
Ia menyerang berturut-turut hingga membuat laki-laki itu terpojok. Sayangnya Arthur sudah duluan menghindar dan mulai berlari keatas. Niatnya ingin mengunci Dallen dari luar tapi gadis itu keburu ngamuk sekaligus mengancurkan dinding. 'Ya ampun.. kayaknya dia marah haha...', puas Arthur melihat wajah kesal Dallen. Itu mengingatkan wajah Ayla yang tidak terima dipanggil bocah.
Dallen menyerang kebawah dan berniat menjatuhkan Arthur ke dalam air yang dalam sekali. Ia mulai berhasil memojokkannya. Ketika selangkah lagi laki-laki itu jatuh, tiba-tiba tangan gadis itu ditarik olehnya, sehingga mereka jatuh bersama. "Ber3ngsek!", Dallen ditarik oleh Arthur hingga ke tengah menjauh dari tangga.
"Heh.. aku ogah sekali mati dengan darah kotor sepertimu, tuan Ree", ia menggigit tangan Arthur lalu menjauh darinya.
"Kau lebih baik mati sendiri? Haha.. aku yang menang jadi matilah",
"Tekanan air disini sangat menyesakkan apalagi ruangan sempit begini, kau sudah sesakkan?", ucap Dallen sambil mengeluarkan pistolnya. Laki-laki itu langsung menyelam entah kemana, tiba-tiba sudah berada dibelakang Dallen.
Ia mulai mencekik Dallen dengan sekuat tenaganya. Dallen yang berusaha melepas cekikannya itu tidak sengaja menembak mengenai organ vital Arthur, tapi itu tidak disadari Dallen karena suara tembakannya tidak terdengar di dalam air. "AARGGH?!.. Diam sebentar bego!", ucap Arthur sambil mengambil semua senjatanya diam-diam.
"ARTHUR!", teriakan dari gadis bertanduk merah diseberang. Ayla sungguh panik karena disana gelap sekali dan airnya yang begitu mencurigakan dalamnya.
"CEPAT BERIKAN PISTOL PENARIK ITU!", teriak Arthur.
"TANGKAP!", Ayla melemparnya sejauh mungkin sesuai keberadaan Arthur dan... TERTANGKAP!
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
