✦
Pagi cerah di pelabuhan dengan pemandangan air laut luas sekaligus burung camar dimana-mana. Arthur dan Ayla sampai di pelabuhan sesuai Hyuji minta sebelumnya. Rencananya yang tidak bisa ditebak bahkan Arthur sekalipun membuatnya nurut mengikutinya. Ayla tidak lupa juga mengajak Kiran dan Zeera.
Untuk berjaga-jaga Arthur membawa senjata lebih dari ruangan tersembunyinya. Sudah mengecek barang, kini menunggu yang lain. Waktu yang tepat karena ketika pengecekan penumpang, Kiran dan Zeera sudah sampai.
"Oh? Anak ini ikut?" tanya Arthur melihatnya di belakang. "Dia kan memang bodyguard gw, tentu dia harus ikut." dari sekian banyak pengawal pribadinya, Kiran lebih percaya Zeera walaupun ia tau hubungannya sedang tidak baik-baik saja, ditambah Zeera sangat membenci laki-laki itu.
Selama menunggu kapal untuk berangkat, hanya Ayla yang cerewet tapi itu tidak masalah. Dari pada diam-diam tidak jelas dan canggung.
Sebelum masuk ke dalam kamar, ada petugas yang menyergap mereka untuk mengecek barang yang dibawa. Semua barang yang dibawa sudah aman untuk melewati petugas, kecuali Arthur. Tas Arthur isinya kumpulan senjata. "Maaf tuan, biarkan kami periksa tas itu." salah satu petugas mulai curiga
PLAK!... Arthur menempis tangan salah satu petugas ketika ingin memegang tasnya. "Dasar gatau diri. Atas dasar apa kau diperbolehkan mengecek sebelum aku memperbolehkannya." Arthur menatap tajam kepada mereka. Penjaga itu langsung menarik kerahnya dan berkata, "Kau kutangkap!"
Tanpa lama, Arthur menatap Hyuji untuk mengurusnya. Hyuji menepuk bahu penjaga itu dan menggunakan kekuatannya.
Kekuatan hipnotis dengan melihat mata dan kedua ring yang ada di kepalanya. Ia memerintahkan penjaga itu segera melepaskan Arthur dan tidak sadarkan diri beberapa saat. "Gw kasih nol bintang kapal lu."kesabaran Arthur dibagi helai tipis.
"Hei jahat sekali. Udah baguskan kalo penjagaannya ketat?" setelah melewati petugas pengecekan, Ayla dan Kiran menjadi teman satu kamar sedangkan Arthur dan Zeera menjadi teman sekamar.
Di kamar laki-laki tampak suasana canggung dan sepi. Tidak ada satupun suara mereka yang keluar, hanya ada suara grasak grusuk. 'Kalo boleh jujur mendingan ada kebisingan Ayla dan bocah itu daripada sekamar dengannya.' lebih baik pesan kamar lebih untuk dirinya.
Setiap gerakan yang laki-laki itu lakukan, Zeera menatapnya tiap detik. Tas berisi senjatanya menjadi terasa tidak nyaman jika dikeluarkan. "Kerjaan lu sekarang memerhatikan orang trus ya?" Arthur menutup kembali tas itu lalu melemparkannya pada Zeera.
Hampir saja serangan barusan mengenai kedua bola matanya. Instingnya menghindari serangan dadakan membuat Arthur sedikit terkesan. Didikan Fujiwara memang hebat.'Dia bahkan bisa menyadari kalo aku menatapnya..',
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
