✦
Bulan mulai terbit dari arah timur. Angin di malam hari juga mulai dingin. Suara jangkrik pun terdengar dimana-mana. Suasana diluar semakin hening dan sepi. Daerah pegunungan yang mereka tempati mempunyai pemandangan indah di malam hari.
Ayla dan Arthur kembali kedalam rumah dan berkumpul bersama Kiran dan lainnya. "Ayla, habis nangis?!", Kiran melihat matanya yang sedikit basah. Ayla mengangguk dan berkata ia baik-baik saja. Semua masalah sudah ia atasi langsung. Arthur pun tersenyum tipis.
"Kita belum masih menang, Cattergin masih mencari keberadaanmu", ia langsung membuka topik utamanya.
"Aku tau itu", ucap nyolot Arthur.
Ia mulai meregangkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan mata. "Selama ini aku berfikir bahwa aku bisa melakukan ini semua sendiri", ia berbicara melantur. Semua tatapan mereka semua tertuju pada laki-laki itu. "Pokoknya gw cuman mau bilang, terimakasih semua". Ia mengucapkannya tidak sambil menatap mereka. Mungkin ia sedikit malu untuk mengatakan itu.
"Wow.. kayak bukan lu Arthur", ucap Hyuji.
"Y-ya.. setiap orang b-bisa berubah.. kan?", Arthur gegalapan.
TOK TOK TOK....
Suara ketukan pintu ditengah-tengah pembicaraan. Ayla langsung mengecek siapa yang datang.
"Karo! Leree! WAHH!!!!", sambil memeluk mereka.
"Maaf kami sedikit terlambat", Karo membawa banyak buah tangan.
"Ayo duduk kalian berdua!".
Mereka berbincang santai sambil menikmati makanan. Mereka juga menceritakan kesehariannya selama Arthur tidak ada. Itu cukup menghiburnya. Disela-sela pembicaraan hangat itu, Arthur bertanya pada adik laki-lakinya, "Kalian datang malam begini.. memangnya ibu tidak marah?". Ucapan itu membuat mereka berdua langsung menutup rapat bibir.
Laki-laki itu tidak paham mengapa kedua adiknya langsung diam. Akhirnya, Karo menjawab, "Ibu.. sudah tiada, kak". Kiran dan Zeera pun langsung memandang satu arah. Ayla pun turut sedih walaupun ibu mereka tidak tau adab. "Oh begitu", ucap entengnya. Seketika langsung Karo mengangkat kepala.
Ia sedikit terkejut reaksi kakak-nya, tapi tidak heran ia tidak turut sedih. "Polisi Cattergirn itu yang membunuh ibu". Raut wajah Arthur masih sama, tidak berubah bahkan alisnya masih mengkerut. Arthur bangun dari sofa dan berkata, "Gw ga ada kaitannya sama kepergian wanita itu".
Laki-laki itu pergi ke kamarnya dan meninggalkan semua para tamu disana. Kebiasaan meninggalkan tamu tidak berubah hingga sekarang.
"M-maaf, ucapan Arthur memang sedikit pedas", Ayla berusaha mencairkan suasana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
