✦
Malam yang indah di lantai atas kamar gadis itu. Perasaan bahagia sudah bertemu kakak pertamanya. Masih terbayang rasanya dan ingin sekali bertemu lagi.
Leree baru menyadari setelah bertemu dengan kakaknya, ia langsung membayangkan Arthur dan Karo dan mengukur tinggi mereka. Terlihat setara. Namun kalau dilihat teliti, mereka hanya beda 2 cm. Gadis itu terngiang-ngiang sambil memeluk gulingnya. Ternyata Arthur tidak seburuk apa yang orang-orang bicarakan.
"Dasar rumor! Kalian tuh cuman liat cover-nya doang!" Leree merasa bangga pada pendiriannya. Disisi lain, Leree juga tidak senang mendengar orang-orang membicarakan keburukan kakaknya, terutama keluarga.
'Ugh! Ngebayangin aja udah bikin kesel. Oh iya.. kira-kira gantengan siapa ya kalau diadu ketampanan? Hmm...' berkhayal sambil membandingkan ketampanan dua kakaknya.
Memikirkannya aja sudah bikin berdebar-debar... apalagi kalau mereka berdua bertemu dan berkumpul bersama. Pasti seru dan menyenangkan bersama kakak adik.'Oh ya? Kak Arthur katanya tinggal disekitar gunung. Sudah berapa lama? Apa selama ini dia hanya lewat doang tanpa sepengetahuan orang rumah?'
Disela-sela memikirkan kedua kakaknya, ada suara bising dari luar terdengar hingga di kamarnya. Suara ibu, ayah dan kakek. 'Apasih yang mereka bicarain? Udah malem kok belum pada tidur?' CEKLEK...
Leree mengintip sedikit dan menguping di luar kamarnya perlahan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Apa? Tuan besar bilang harta besar kita.. di bangunan satu kan bukan?" suara wanita tua itu gemetar. "Yang terpenting belati itu tidak bisa digunakan sembarang orang. Hanya keturunan Ree yang terpilih saja. Kenapa anda begitu khawatir, ayah?",
PRANGGG!... Suara pecahan cangkir nyaring hingga ke lorong-lorong. "Senjata darah yang turun menurun asli Ree, sekaligus tanda tangan abadi Arsh. Apakah kaliah menghilangkannya?" pertama kalinya Leree melihat wajah kakeknya begitu menyeramkan. Tidak disangka, pria tua itu bisa memarahi ayah dan ibunya.
Namun tuan pewaris sekarang, Torante Degmon Ree tidak bisa berbohong di depan pewaris sebelumnya. "Saya sudah cek tidak ada, memang pisau itu hilang ayah" tegasnya.
"Setiap pergantian keturunan pasti selalu menanyakan harta belati itu. Jangan berpura-pura tidak tau. Untung saja belati itu berada di tangan cucuku!" amarahnya menggebu-gebu menggentarkan seisi ruangan.
Baginya amarah hanya membuang-buang tenaga. Kali ini kesabarannya sudah berada di puncak. 'Beruntung belati itu berada di tangan orang yang masih satu darah dengan Ree. Tapi tetap saja, hal sepele ini harusnya mereka tau.'
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
