49. Third World [3]

34 20 0
                                        



Setelah beberapa pesta kecil yang Reina Florencia adakan, mereka didatangi kabar yang buruk dua harinya setelahnya. Reina berkata kalau ada perang di dunia mati bagian para makhluk ras selain iblis disana. Keadaannya sedang kacau balau karena monster-monster berkeliaran. Ini juga ulah para pemburu karena merusak habitat. 


Reina tentu bisa mengalahkannya sendiri, namun Ayla ingin sekali ikut membantunya. "Ayla janji gak akan bikin beban! Jadi... bawa Ayla ke perang, Reina-sensei!!" ucap dengan wajah memelas. 


Wanita berambut putih itu melirik sedikit ke arah Natsumi. Ia ragu akan hal menyetujuinya, namun Natsumi hanya mengangguk untuk menuruti Ayla ikut. Kalau pilihannya begitu, Ayla dipercayakan untuk terjun perang bersamanya.


Natsumi membuka pintu portal menuju ke dunia mati. Ketika mereka sudah sampai, suasana sangat buruk. Semua bangunan hancur, darah dimana-mana, api kebakaran semakin besar. Ini pertama kalinya gadis bertanduk merah mendengar tangisan dan teriakan dimana-mana. "Karena ini tempatnya luas, kita berpencar." mereka mengangguk mengerti.


"GROAAAARRRR!!!"


Jumlah monster melebihi jumlah penduduk sekitar. Walaupun mereka tidak sekuat yang dibayangkan tapi, jumlahnya sangat banyak hingga tiada habisnya.  Arthur melihat titik kelemahannya berada di belakang punggung mereka. Sebuah benang terlihat memberi arahan titik yang harus ditikam. Berlari menaiki monster itu lalu mengeluarkan belatinya. SRAK!...


"Woi! Incar bagian atas belakang punggungnya!!" teriak Arthur. Serentak semua paham dan mengincar yang diperintahkannya.


Rasanya terasa sia-sia jika Arthur menyerang terus-menerus. 'Jumlahnya banyak sekali. Untung aja gampang dibunuh.'  setidaknya harus ada yang menghalangi pintu masuk.


Semua tenaga sudah dikerahkan secara keseluruh. Ayla menyerang semua monster dengan cakaran andalannya. Mereka bertarung jangka waktu lama hingga hampir malam tiada henti. Tentu sangat lelah karena tidak ada habis nya jumlah monster itu. 


'Brengs*k! Kapan selesainya?'  walaupun sebagain besar mereka mempunyai kekuatan tanpa batas, desa semakin hancur jika pertarungan belum dihentikan secepatnya. Natsumi dengan bawahannya dan Reina belum juga selesai bagian mereka. 


Blok yang berada diatasi Reina terlihat tidak membutuhkan bantuan. Sangat disayangkan ia tidak bisa membantu bagian selatan karena jumlah di wilayah yang ia pilih masih terlihat banyak. Tubuh laki-laki itu penuh darah monster, gadis bertanduk merahpun sama. 


Lelahnya diganti menjadi tangisan. "Gi-gimana ini Arthur?! Mereka gak ada habis-habisnya!" mata gadis bertanduk merah bergelinang air mata. "Eh? EH?! Jangan nangis!" melihat reaksi Ayla membuatnya terhibur. Sungguh lucu melihat tingkahnya, namun ia harus sadar situasinya sekarang.

Choose! Fairly Together!!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang