47. Self Confidence

37 21 0
                                        



Hari cerah di dunia yang semua terlihat asing. Shympicallose yang tiba-tiba menghilang setelah membawa mereka berdua ke dunia mati. Ayla masih penasaran tentang gadis dengan wujud seperti dewi membawanya ke dunia ini. Daripada itu... sekarang sudah bersyukur sekali bertemu dengannya. Reina Florencia yang sekarang berada di depan mata Ayla pun berasa mimpi.


Seharian Ayla dan Reina menghabiskan waktunya. Tidak lupa juga Natsumi ikut, namun ia harus menjelaskan pada Arthur siapa orang di samping gadis bertanduk merah. 'Jadi itu gurunya.' Arthur hanya menghembuskan nafas kasarnya. "Lu kenapa? Dari tadi ngeluh terus." Natsumi melambaikan tangan di depan wajah Arthur. "Rasanya gw cuman jadi pajangan disini."


'Kenapa sih dia tiba-tiba gitu?' Natsumi terheran-heran. Disisi lain, Reina mengajak berjalan-jalan bersama murid kesayangannya. Ia mengepang rambut muridnya, sebaliknya Reina juga dikepang olehnya. "Wahh Ayla juga udah bisa mengepang rambut ya?" sambil bertepuk tangan. Pipi gadis itu memerah mendengar pujian dari Reina.


Senyuman yang ia berikan untuk gurunya sedari tadi tidak pernah pudar. Gadis bertanduk merah menceritakan mimpinya yang pada akhirnya terwujud tanpa ia duga. Awalnya terasa berat memikirkan bagaimana caranya untuk bertemu kembali. 


Tidak lupa juga gadis bertanduk merah berterimakasih pada Shympicallous. Reina senang mendengar nasib muridnya baik-baik saja. "Apa ada lagi mimpi yang Ayla ingin wujudkan?" pertanyaan barusan membuatnya terdiam. 


Selama ini dirinya hanya mengfokuskan satu tujuan. Pikirannya satu persatu mulai muncul pertanyaan yang sama. 'Setelah bertemu dengannya, apa yang aku lakukan setelah itu?'


Muridnya yang tiba-tiba menunjukkan tatapan kosong membuatnya khawatir. "Apa ada yang membingungkan dari pertanyaanku?" wajahnya sedih. "Bukan begitu! Ayla udah nggak punya tujuan lagi. Sekarangkan udah ketemu sensei... untuk apa Ayla berharap lain?" dari ucapannya membuat Reina yakin,  kebohongan Ayla terlihat jelas.


Berbohong pada dirinya dan Reina, seperti tidak ada tujuan hidup setelahnya. Reina hanya bisa mengelus kepala gadis itu, dan berusaha tidak perlu khawatir pertanyaannya barusan. Hingga kedua matanya membulat sempurna, menemukan mimpi lainnya.


"Ini agak aneh, apa sensei mau mendengarkan mimpiku?" wanita di hadapannya tersenyum. "Ayla sayang... tentu aku akan mendengarkan cerita apapun itu." 


---


Karena sudah terlalu lama berada luar, Ayla dan Reina kembali ke tempat awal berkumpul dan menemui Natsumi yang sedang bersama Arthur, Shiature dan Devidas. "Apa kalian ingin mampir ke istanaku?" ajak Reina dengan penuh cahaya di dalam dirinya. "TENTU SAJA AYLA MAU!!" suara gadis itu menggelegar dimana-mana. 

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang