✦
Ayla menceritakan dengan suara pelan dan berhati-hati dalam ucapannya. Tangannya gemetar dan berkeringat. Ia bercerita sambil membayangkan orang itu. Ketakutan yang menghantuinya bertahun-tahun membuatnya menjadi semakin was-was. Sekarang pun ia juga takut, apakah Kiran dapat menjaga rahasia besarnya. 'A-aku takut.. Aku gak mau balik ke dunia mati, aku takut juga disini..', ucap dalam hati sambil memejamkan matanya.
"Aku sependapat dengan mu, Ayla", ucapan tidak terduga dari mulut Kiran membuat gadis bertanduk merah itu membuka matanya.
"Apa kau ingat perkataan Arthur saat itu, ketika rumah kalian berantakan? Sejujurnya aku mendengar perkataan Arthur mengenai tentang cowok itu.. membuatku semakin curiga. Aku kira hanya aku aja yang begitu, aku takut melukai perasaannya.. ternyata Ayla juga, syukurlah..", ia memendam rasa kecurigaan itu agar tidak ketahuan dari orang lain. Baginya tidak baik mencurigai seseorang padahal satu tim.
Gadis bertanduk merah itu juga tidak mempercayai Arthur. Entah kejadian apa yang membuat Ayla tidak sadar atau tidak diketahui olehnya lalu disembunyikan mereka berdua. 'Aku ingin tau semuanya..'.
Malam hari pun tiba. Waktu berputar dengan cepat hingga mereka tidak sadar sudah hampir tengah malam. Kiran menyuruh Ayla beristirahat di kamar yang sudah disiapkan. Gadis bertanduk merah itu berterimakasih semua bantuan Kiran. Tanpanya pasti semua akan kacau. "Besok tuan Tora dan nona Myao akan kesini, jadi beristirahatlah", "Ya.. terimakasih banyak".
Ayla mulai berbaring di kasurnya yang empuk. Kasurnya sangat lebar sehingga bisa 3 orang tidur. Rasanya hampa sekali. Ia membayangkan kalau Arthur tidur di samping seperti saat itu. Selama Arthur di penjara dan menghabiskan waktunya lebih dari 2 bulan, Ayla tidak bisa berbincang lama dengan laki-laki itu. Biasanya Arthur suka mengomeli dirinya atau membuat susu coklat pagi-pagi buta. "Kangen Arthur...", gumam Ayla. Ia langsung memejamkan mata dan ingin cepat-cepat hari berganti.
---
Pagi hari jam 06:50 Karo dan Leree sudah sampai di depan gerbang kediaman. Leree sedikit takjub bahwa ketika masuk kediaman Fujiwara ternyata banyak sekali bunga mawar merah di halaman depan. "Selamat datang di kediaman Fujiwara, anda tertarik dengan bunga mawar ya? Silahkan ambil berapapun", ucap Kiran menyambut tamu pentingnya. "Ah?! Si-siapa j-j-juga yang suka?! Di kediaman Ree juga ada!", lebih tepatnya baru ditanami lagi karena kekacauan kemarin.
Kiran dan Karo hanya bisa tertawa kecil melihat Leree malu-malu kucing. "Silahkan masuk, saya pandu kalian ke tuan Arthura", ketika berjalan di belakang mereka, Kiran merasakan aura ingin bertanya. Dan akhirnya Karo yang mulai duluan berbicara.
"Kakak-ku gimana kondisinya? Apa separah itu?", raut wajahnya sangat cemas.
"Racunnya sudah dikeluarin berkat darah iblis milik Ayla. Tadi pagi dikabarin udah hilang semua racunnya, sayangnya tuan belum siuman", menjelaskan sambil berjalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
