2. Second

79 38 8
                                        


'Hari keduaku bersama ya, aku tetap bersemangat karena diriku ini masih bisa disampingnya, walau dia egois dan pemarah.. tapi dia manusia yang pertama kali yang membantuku dan mengajariku. Entah kapan aku ingin membalas kebaikannya.. yang pasti aku harus memunculkan sedikit mana kekuatanku.' 


Aku pernah dengar kalau iblis jika belum memunculkan kekuatannya dengan cepat, entah kapan dia akan tiba-tiba muncul sendiri walaupun itu telat. 


Ya... aku hanya bisa menggunakan teknik bela diriku saja, seenggaknya aku juga rela deminya sebagai umpan atau alat apapun itu... 


Asalkan dia masih ingin membawaku, menggunakanku, menginginkanku, dan aku ingin juga merasa dicintai seseorang.



"ANJIRR KE CUT VIDEO NYA!" teriak Arthur sambil kecewa.

"Eee.. Arthur nya juga main nyerang gitu. Ayla kan jadi takut, kepotong deh jadinya hehe."

"YA TUHAN, BODOH!! Penampilan keren gw.."


"HMMMM maaf, lain kali Ayla rekam! Ngomong-ngomong itu bagus dan keren Arthur!!" sambil tersenyum manis. "Yaa, huh-?!" laki-laki itu melihat sesuatu di belakang pohon. 


Arthur melihat ada tersisa makhluk-makhuk kloning lab berupa wujud tinggi. "Code Kloning muncul lagi" ucapnya dengan suara kecil. 'Code kloning?' Ayla tidak mengerti apa yang laki-laki itu gumamkan. 


Lagi-lagi Ayla disuruh untuk tetap diam dan berlindung di belakang. "Kali ini musuhnya bukan main-main. Jangan kacaukan ini" ancam dirinya pada gadis itu. Sayangnya gadis itu sama sekali tidak mendengarkan ucapannya. 


Ketika Arthur berusaha menyerang di belakang, ia ketahuan bersembunyi di rumput karena menginjak ranting. "Sial.. MAJU SINI!!" ia terang-terangan menyerang semua makhluk aneh itu dengan senjata kecilnya. Ayla khawatir Arthur terluka karena bertarung sendirian. 


SRATTT.. darah muncrat keseluruh badan Arthur.


"GROOOAARRR!!"


Selintas pikiran laki-laki itu jadi teringat masa lalu kelamnya. Makhluk-makhluk aneh ini awalnya adalah manusia. Pikirannya menjadi kemana-mana dan tidak fokus menyerang yang ada di depannya. 


'Makhluk-makhluk ini tidak punya salah.. aku seharusnya menghindar saja daripada menyerangnya' ucap dalam hatinya. 

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang