32. Melted Ice

46 20 1
                                        



Ayla mendengar teriakan namanya, dan juga sekaligus melihat batu lancip kearahnya. Serangan itu cepat dan Ayla tidak bisa menghindar. Gadis bertanduk merah itu memejamkan matanya dan tidak merasakan apapun. Seharusnya ia sudah kena batu-batu lancip itu. Ia mengintip sedikit dan begitu terkejutnya batu-batu lancip yang tidak mengenai dirinya.


Arthur melindungi Ayla tetapi bagian tubuh belakang dan lainnya berdarah dan tergores. Batu lancip itu sebagian ada yang kecil dan mirip sekali dengan peluru. Yang Arthur rasakan saat kena hantaman kecil itu seperti seseorang menembaknya. Laki-laki itu langsung pindah posisi dengan Ayla dengan mengangkat bridal style


Laki-laki itu menahan rasa sakit bagian kepala karena kena hantaman barusan. "Kita mundur, jangan gegabah" perintah Arthur. Ayla tidak terima karena makhluk yang tambah besar itu menyerang orang yang ia sayangi sampai separah ini. Ayla langsung menggunakan kekuatan yang cakaran besarnya. 


Ayla menyerang dan memukul makhluk itu sampai habis. Ayla tidak menyadari ada perkembangan kecil dalam dirinya. Semenjak melawan dengan pria lajang tadi, ia mengeluarkan banyak darah. Dan juga darah itu membangkitkan sedikit mana sihir didalam dirinya. 


Mana Ayla akan aktif jika bagian cakarannya dikeluarkan dan penguatan tenaga juga bertambah. Karena kuat makhluk itu, mulai serangan mengeluarkan batu yang membuat Ayla terpental beberapa meter. Tapi.. Ayla tetap maju dan ingin mengalahkannya. 


Arthur yang berusaha kuat untuk berjalan mendekati Ayla, menyuruhnya untuk mundur dan ganti rencana. Ayla tidak mendengarkan itu dan membuat Arthur semakin khawatir. Perasaan aneh yang sama seperti masa 'itu'.


Ketakutan karena ingin kembali ke 'Dunia Mati' atau semakin terluka jika gadis itu tetap menyerang. Laki-laki itu menyadari bahwa iblis tidak akan mati di tangan manusia, tetapi tetap saja membuat khawatir. 


"He.. Hentikan..." gumam laki-laki ini.

"HIYAAAAAA!!!!!",  


SRAKKK!!... "AYLA!!!" Arthur langsung berlari dan menangkapnya diatas makhluk itu. Namun, karena keseimbangannya tidak stabil.. Ayla dan Arthur jatuh dari makhluk batu dan mendarat dengan keras. 


Arthur menjadi pelindung pendaratan barusan untuk Ayla. Dengan segera ia langsung bangkit dan membawa ke tempat yang jauh dari makhluk besar tadi. 


"Aduhh~, Arthur kau ngapain sih?! kan aku-.. eh?.." perkataan itu terpotong ketika Ayla melihat yang seharusnya ia tidak dilihat. 


Ayla pikir laki-laki di depan hadapannya akan marah dan mengamuk padanya, ternyata dugaannya salah. Ia mengeluarkan air mata. 'Dia nangis??..' Ayla tidak salah liatkan? Ah! Dari pada itu ia harus menanyakan keadaan laki-laki itu.

Choose! Fairly Together!!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang