✦
Siang hari yang sangat panas dari biasanya. Arthur bersender di jendela sedang menelpon rekannya untuk memeriksa gadis bertanduk merah sekaligus niat terselubung menguji kekuatan iblis. Namun, pembicaraan mereka sangat panjang hanya karena Hyuji sangat malas pergi ke rumah mereka, apalagi rumah itu berada di dataran tinggi.
Ketika sedang menelpon, gadis bertanduk merah sibuk menganggunya hingga mengekor kemanapun laki-laki itu pergi. Telinganya seperti ada serangga yang lewat. "Memangnya apa yang berguna dari darah Ayla?" lebih baik laki-laki itu menjawabnya.
"Yang pasti darah iblis lu ada hubungannya dengan belati ini. Bisa dibilang langka dikalangan manusia." sambil memainkan belatinya. 'Akhirnya mulut itu diam juga.'
Kepala gadis itu menyender padanya sambil meminta dengan tatapan melas. Ia menginginkan sebuah hadiah rupanya.
Laki-laki itu mengangkat satu alisnya dengan tatapan sinis. Kali ini apa yang ia inginkan? Arthur berusaha menebak semua barang yang menurutnya gadis itu perlukan. Namun, Ayla menggelengkan kepalanya.
"Hadiah bukan cuman barang aja, bisa juga yang lain. Hadiahnya seperti ini!" mengedipkan mata sebelah sambil menempatkan kedua jari telunjuk ke pipinya.
Walaupun terlihat menggemaskan, Arthur tetap berusaha menutupinya. "Lu belajar genit begini dari siapa?" dibalik wajahnya yang tebal terlihat tenang, jantungnya berdebar cepat. Arthur menjauh sedikit darinya, namun gadis ini tetap mendekat. Sampai di ujung sofa, ia tambah mendekat dan mengkecup pipi laki-laki ini.
Bibir Ayla sudah mendekati bibirnya. Arthur berusaha menahan badan Ayla dengan kedua tangan. "Ma-masih siang!" ia tertawa melihat wajah dan telinganya berubah warna merah. Arthur berpikir Ayla akan memberinya kecupan bibir. 'Nyaris aja...' kembali bernafas lega.
GUBRAK!!!...
Suara barang jatuh sekaligus teriak seseorang dari luar rumah. Sepertinya Hyuji sudah sampai membawa barang-barang yang diperlukan. "Masuk." ucap laki-laki itu. Ketika Hyuji masuk, pandangannya tertuju pada belati penuh darah yang dipegang Arthur.
Ia langsung meninggalkan semua barangnya untuk berlari ke arah meja. "Itu kok bisa penuh merah? Darahmu banyak juga ternyata." ketika Hyuji memegangnya terasa berat dua kali lipat. "Ini bukan darah gw."
Pandangan Arthur ke arah lain dan Hyuji menyadari isyaratnya. "Serius?" bisik bocah ini tidak percaya sama sekali. "Gw juga ga percaya, makanya gw panggil lu buat tes darah." sambil menghela nafas kasar. Berulang kali menjelaskan yang sama membuat kesabarannya semakin menipis.
"Kenapa gak meminta bantuan code 000? Kau tau banyak bukan, kalau aku bukanlah orang yang bisa kau percayai?" Arthur terdiam karena membahas Raxielle. Melihatnya hanya terdiam, perkataan Hyuji sangat benar. "Yasudahlah... aku hanya memperingatkan aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
