18. Comeback [2]

51 23 0
                                        



Pelukan erat dari laki-laki ini membuat hatinya sedikit tersentuh. Perasaan aneh itu kembali lagi ia rasakan. Namun dibalik semua kemanisan itu selalu ada pahitnya. Mengingat kejadian yang serupa saat kala itu, membuatnya tersadar dari suasana romantisnya. 


Gadis bertanduk merah itu mendorong dari pelukannya. "Ayla mau fokus mengalahkan semuanya. Pakai strategi duo kita dulu Arthur" ucapnya dengan sorotan tatapan tajam membunuh.


Ah.. ternyata gadis ini bisa membuat tatapan seperti itu. Arthur langsung membuang muka dan bertindak yang diperintahkan oleh Ayla tanpa ada satupun kata yang diucapkan. 


Dengan perintahnya, Arthur menggunakan skill BloodPressure untuk naik kemusuh lalu menebasnya. Ayla selalu kagum dengan serangan laki-laki itu. Pandangannya tidak pernah lepas darinya, lalu sedetik lalu sadar kalau ia sedang melawan beruang. 


"HYAAAAAAA!!"... SRAKKK!


Menyakar semua tubuh beruang, kini selesai melawan segerombolan beruang. Setelah selesai bertarung, Ayla menuju ke sungai untuk mencuci tangannya yang penuh darah. Laki-laki itu langsung duduk disebelahnya. 


Arthur sempat bingung kemana gadis ini pergi, ternyata ia hanya membersihkan dirinya. "Anu.. soal kemarin, netap bareng gw aja. Lu juga boleh pergi sama gw bawa peliharaan lu", ucap laki-laki itu dengan raut wajah melas. 


Laki-laki ini mungkin tidak sadar bahwa raut wajahnya terlihat seperti serigala yang sedang merajuk. Itu membuat Ayla ingin tertawa namun ia harus tetap tegar pada pendiriannya. 


Tidak mungkin ia akan luluh begitu saja. 'Dasar! Jangan gunain wajahmu itu buat bujuk aku! Curang banget.' sambil cemberut. Poni rambutnya menutupi sedikit bagian wajahnya. Karena wajahnya sedikit tertutup, Arthur tidak bisa melihat fokus wajah gadis bertanduk merah. 


Ia menutupi sedikit wajahnya.. dan hanya mengangguk. "Bagus kalo gitu, sini gw obatin luka-luka lu" sambil mengeluarkan hansaplas di kantung celananya. 


Perut Ayla seperti ada kupu-kupu yang menggelitikinya. Lengannya sedang diobati oleh Laki-laki egois itu. Kapan lagi Arthur akan perhatian dengannya seperti ini kan? Kesempatan dalam kesempitan. 


Dalam pikirannya anehnya ingin sekali memeluk Arthur. "Sstt, Aww! p-pelan-pelan aja" meringis kesakitan. "Ah?! M-maaf.. gw lebih berhati-hati.",'Gw harus berhati-hati, tubuhnya rapuh. Gw harus lebih lembut lagi' tangan gemetaran hebat ketika berhati-hati.


Di saat sedang memperban semua luka, gadis itu sibuk bermain dan mengobrol dengan peliharannya. "YuanYuan aku baik-baik saja hehe! Tunggu sebentar ya, sehabis ini kita main lagi~" gadis itu memasang muka cerianya. 

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang