27. Harmonious Family [3]

44 22 0
                                        




Aku sudah muak milikku direbut. Aku muak dengan orang yang berpura-pura dipihakku. Aku benci semua orang, bahkan aku juga benci diriku sendiri. Aku tidak butuh apapun.. aku hanya ingin diperhatikan, disayang...


--


"Hughh... Professor..." tangis isak gadis itu ditelpon sambil menutupi tubuh dengan selimutnya. Matanya berkaca-kaca. Rasa ingin membunuh dirinya sendiri muncul dan semakin meningkat. Ia ingin segera cepat-cepat mati. 


Menceritakan semua keluhannya pada guru tersayangnya.. walau sudah dilarang oleh Karo, namun karena kepercayaannya dibuat runtuh, ia akan melakukan timbal balik yang sama. 


"Nona Myao, kenapa ada menangis?" tanya OTA dengan suara datar namun juga lembut.


"O-OTA.. bi-bisakah kita bertemu di taman kota? Saya.. ingin sekali bertemu dengan anda..." tangisan gadis ini membuat OTA tidak bisa menolak. 

"Sekarang pun saya bisa. Sampai 10 menit di taman" laki-laki itu langsung bersiap-siap dan menemui muridnya. 


BRUMMM...


Sesampainya di tempat mereka janjikan, terlihat dari jauh gadis kuncir dua ini menutupi wajahnya dengan tangan. Rambut yang terurai karena angin di malam hari membuatnya semakin kusut. Laki-laki setengah robot ini mendekati perlahan dan duduk disebelahnya. 


Ia bisa mendengar tangis isak Leree. Ia ingin sekali bercerita, tapi sudah terisak-isak untuk berbicara. 


"Nona bisa berbicara pelan-pelan saja, saya pendengar yang baik" ucap OTA sambil tidak menatapnya. Ucapan barusan membuatnya tenang. Ia mulai mengatur nafas dan berbicara perlahan. "Apa saya bunuh diri saja ya?.."


Pandangan OTA langsung tertuju pada gadis ini, sebelumnya ia tidak menatap dengan baik. "Kenapa nona bilang begitu? Kenapa harus mati muda seperti ini?" walaupun wajah dan nada datar, perkataannya bikin gadis ini luluh.


"Begini.... " bercerita panjang sampai selesai. Dadanya sungguh sesak seperti ada yang menusuknya. Memalukan kondisinya sekarang. Kelopak matanya pun semakin bengkak karena terlalu lama menangis. 


Namun laki-laki ini sungguh mendengarkan dengan baik dari awal hingga akhir. Bahkan tidak fokus dengan penampilan berantakan muridnya. 


Sambil melirik wajahnya yang tertutup poni, guru private-nya tidak seburuk itu. Begitupun sebaliknya, OTA juga berpikir murid barunya tidak seburuk itu. Sudah sejak kapan OTA merasa dirinya terlihat tenang disisi orang?

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang