✦
Suasana dingin malam hari terasa. Ayla dan Zeera segera kembali ke rumah agar tidak masuk angin. Ketika mereka sampai di halaman, gadis bertanduk merah melihat Arthur baru saja sampai. Mata gadis bertanduk merah berbinar. Ia sangat senang sekali. "ARTHUR!!!" teriak kegirangan.
Mendengar suara gembiaranya, wajah laki-laki berambut hitam itu memerah karena malu mendengar suara kerasnya. "BODOH! UDAH MALEM-MALEM MASIH BISA TERIAK LU?!" Arthur menutup wajahnya dengan lengan kanannya. Gadis itu hanya tersenyum sambil memeluknya.
Saat memeluknya, tercium bau amis bahkan baju laki-laki itu basah. "Arthur, kau... bau darah!!" ia meraba seluruh tubuh Arthur. Ia tidak bisa menyembunyikan luka itu dan hanya menghela nafas. Zeera melihat dari dekat dan mengangguk ucapan Ayla. "Lebih baik masuk dulu lalu bersih-bersih badan." saran Zeera padanya. Ia mengangguk dan melepaskan pelukan gadis itu.
ZRASSS...
Arthur membersihkan semua darah yang ada di tubuhnya. Genangan air di lantai kamar mandi pun menjadi merah. 'Duh, segala bagian wajah juga sakit...' keluhnya. Ia mulai mengusap wajah hingga rambut. Jidatnya yang terlihat karena dibasahi air. "Banyak juga lukanya." gumamnya. Tapi untung saja bukan luka yang harus dijahit besar. Ia mulai mengoles obat ke semua luka hingga memakai obat pereda nyeri wajah.
Dari semua luka, yang masih terasa sangat sakit adalah luka bagian wajah bekas tonjokan tadi. Ia menggunakan es batu untuk meredakan nyerinya. Sisanya hanya luka biasa. Sambil memegang es batu, ia berjalan kebawah untuk berkumpul bersama. "Oh? Udah sampai mana?" ia melihat Kiran sedang sibuk menulis sesuatu.
"Bocah sok dewasa itu bikin susah kita aja! Gw, Ayla dan tuan Tora ngurus semua ini sampai pusing baca kontraknya. Lu baca deh!" sambil mengasih kertas padanya. Arthur hanya membaca sekilas dan membalikkan kertas dengan cepat. "Kenapa gak bilang aja udah baca? Gak masalah bohong kan?" santainya orang itu berbicara. 'Benar kata Ayla... semudah itu dia bicaranya' pemikiran sama antara Zeera dan Kiran.
Kiran menjelaskan kekhawatirannya ketika ia melakukan hal ceroboh berdampak besar. "Ikutin aja sandiwaranya dia. Cuman baca sekilas gw juga ngerti.", "Huh... lu itu gampang banget buat lakuinnya." keluh Kiran.
Arthur menatapnya dengan tatapan bingung. Bukankah seharusnya semudah itu dari yang ia bayangkan? "Lu kan pinter!!" sambil memutar bola matanya.
Karena saran dari Arthur kurang berguna bagi Kiran, laki-laki itu juga ikut membantu. Ia mengajarkan Zeera, Kiran dan Ayla untuk tidak terpaku apa yang disuruh Cattergirn. Mungkin ada alasan mengapa Cattergirn sengaja membuat kontrak itu memutar-mutar otak. Mereka yang mendengar perkataan Arthur pun juga ikut berpikir. "Ngertikan? Udah cocok nih gw jadi guru." asal ucap.
"Ja-jadi gw harus tetap tenang kan intinya?!" ia lebih baik menghajar musuh lain dibanding mengurus Cattergirn. Arthur mendekati telinga Kiran dan berbisik. Jaraknya begitu dekat hingga bibir laki-laki itu seperti menyentuh telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
