Ending Point [2]

62 50 1
                                        


Suasana kediaman Ree sangat berisik dan berantakan. Arthur meminta pada Hyuji untuk orang-orangnya (Ayla dan lainnya) untuk datang. Ia harus mengejar Cattergirn sebelum dibawa lebih jauh adiknya. Karo pun langsung mengambil kunci mobil dan segera membawa Arthur ke Shikoku. Tiba-tiba muncul masalah lain yaitu meledaknya bom diperbatasannya bangunan 3 dan bangunan 4. Itu mengejutkan mereka berdua. 


"A-apa apaan sekarang?", mereka menyaksikan ledakan yang sangat besar hingga debu dan beberapa bangunan hancur meluas. "Kau tetap disini, biar aku menjemput Leree", ucap Arthur sambil merebut kunci mobil Karo. Adik laki-lakinya mengangguk dan segera menyelamatkan orang-orang disana. 


BRUMMM.....


Arthur menancap gas hingga 100 km/jam tanpa ada halangan. Ia harus bergegas sebelum adiknya dibawa entah kemana kalau sudah diluar pulau. Itu akan merepotkannya karena alat deteksi keberadaan Cattergirn yang dipasang secara diam-diam sudah rusak. 'Dia bilang di wilayah selatan ya mereka..', pikirnya. Waktunya tidak akan sempat jika harus menunggu Ayla dan lainnya. "Merepotkan sekali". 


Disisi lain, Ayla sudah mendengar sinyal Hyuji. Mereka semua diperintahkan oleh Arthur ke wilayah Selatan. "Kita gak akan bisa tepat waktu sampai disana", ucap Zeera. "Benar, apalagi posisi kita sangat jauh dari wilayah selatan", tambah Hyuji sambil berjalan bolak-balik. "Kita bisa!", semua tatapan tertuju kepada gadis itu seolah-olah mereka menjawab 'bagaimana caranya?'. 


"Semoga dia bisa menjawab panggilanku", ucap Ayla sambil mengeluarkan batu permata biru bulan. 

"Apa itu...", gumam Hyuji sambil menatap tajam. 


"SHYMPICALLOUS!", beberapa detik kemudian cahaya terang muncul berasal dari batu permata itu. Batu permata tadi menjadi wujud seperti malaikat dengan sayap besar. "Anda memanggil saya, Arrod", ucap Shympicallous. "MAKHLUK APA ITU?!", teriak Kiran. "Teman-teman, tidak apa. Dia adalah orangku di dunia mati. Sekarang.. antarkan kami ke wilayah selatan sekarang juga!", langsung sekejap Shympicallous membuka portal dan menarik mereka semua ke dalam. 


Dan hanya beberapa detik mereka sudah sampai di wilayah Selatan. Kiran, Zeera dan Hyuji sungguh tidak percaya apa yang telah terjadi barusan. "Secepat itu...", gumam Kiran. Ayla hanya tertawa kecil dan berterimakasih pada Shympicallous. Hyuji melihat sekitar dan ada mobil disana. "Sepertinya Arthur udah datang daritadi", "Ce-cepat sekali?!". Ayla dan lainnya langsung memasuki kota wilayah selatan. 


Shympicallous mengikuti mereka dari belakang jika jaga-jaga ada penyerangan. Zeera langsung menggunakan kemampuannya yaitu pendengaran jauh. Ia mendeteksi suara dengan cara menempelkan kedua tangannya diobjek tertentu. Dalam pendengaran jauhnya ia mendengar beberapa orang menjerit kesakitan. "Mereka ada disana", Zeera langsung memimpin jalan. Jeritan itu mulai terdengar ditelinga mereka semua. 


DUAKKKK...


Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang